Berita » Upaya Percepatan Adopsi Teknologi Balitkabi kepada Pengguna

Dalam rangka mempercepat adopsi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan kepada pengguna, Balai Pengelola Alih Teknologi (BPATP) melaksanakan kegiatan “Workshop Inkubator Teknologi Balitbangtan” yang dikemas dalam bentuk Morning Tea.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Balitbangtan dalam penderasan alih teknologi pertanian melalui mekanisme bisnis dengan membina wirausahawan baru ataupun yang tengah berkembang.

Pelaksanaan inkubasi ini telah dimulai dengan membina tujuh tenant pada tahun 2015 dan tiga tenant di tahun 2016. Tema acara ini adalah “Menangkap Peluang Pengembangan Usaha dengan Berjejaring”.

Acara dibuka oleh Kepala Balai BPATP Bogor, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari M.Si dan dihadiri oleh sekitar 40 orang peserta yang terdiri atas para tenant/inkubator, inventor teknologi (paten) dalam hal ini peneliti Balitbangtan, Kepala KSPHP atau Jaslit UK/UPT penghasil teknologi dan staf BPATP.

Narasumber untuk pencerahan dan upaya menjalin jejaring antar institusi terkait, dihadirkan perwakilan dari Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UMKM, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Bogor, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Pada intinya mereka mendukung upaya inkubasi teknologi ini dan membantu memberikan solusi untuk kendala yang dihadapi tenant, antara lain akses permodalan, pelatihan dan edukasi, peraturan untuk ijin usaha dan edar produk makanan yang dihasilkan, pengembangan usaha, strategi menghadapi peluang dan kompetitor.

Pada kesempatan ini, Kepala BPATP juga menandatangi MoU dengan dua tenant baru. Dua produk olahan Balitkabi yang sedang dalam proses paten untuk formula dan prosesnya, yakni jus dan es krim ubijalar diintroduksikan kepada salah satu tenant, yakni Ibu Detin Khaeratin Insani pemilik D’Win Snack n Cookies di Ciamis, seorang pengrajin makanan (cheese stick ganyong, manisan pepaya, dan cendol dari pati ganyong).

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh inventornya, yakni Ir. Erliana Ginting, M.Sc. dan Rahmi Yulifianti, S.TP. serta Kasie Jaslit Balitkabi, Dr. Gatut W.A.S. Pendampingan incubator ini direncanakan maksimal 3 tahun sampai tenant dapat mandiri, antara lain berupa bimbingan teknis proses pengolahan, ketersediaan dan mutu bahan baku (ubijalar), informasi peralatan yang diperlukan termasuk pengemasan dan pelabelan serta sanitasi unit pengolahan.

Untuk akses ijin edar, pemasaran, peralatan, dan permodalan, BPATP akan melibatkan pemerintah daerah setempat untuk member dukungannya.

Bimbingan teknis awal diberikan oleh Balitkabi selama 2 hari di kediaman bu Detin selaku tenant yaitu di Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang rencananya di tempat tinggal bu Detin inilah yang akan digunakan sebagai rumah produksi es krim dan jus ubijalar tersebut.

14-12-16

Proses bimbingan teknis yang pertama, selain melihat lokasi produksi dan kesiapan peralatan yang dimiliki oleh tenant, juga langsung dilakukan pendampingan praktik pembuatan produknya.

EG/RY