Berita » UPBS Balitkabi Berhasil Meraih Sertifikasi SMM SNI ISO 9001:2015

upbsKetersediaan benih bermutu dan bersertifikat berperan penting dalam mendukung sistem perbenihan nasional. Sejak tahun 2010, UPBS Balitkabi telah mendapatkan sertifikat SMM SNI ISO 9001:2008 dan terus mengupgrade diri dengan menambah ruang lingkup pada tahun-tahun berikutnya. Sejak 2017, UPBS Balitkabi telah menerapkan ISO 9001:2015 dan puncaknya pada tahun 2018 Balitkabi kembali sukses mendapatkan sertifikat SMM SNI ISO 9001:2015 pada proses produksi benihnya.

Sertifikat diserahkan langsung oleh Direktur PT Agri Mandiri Lestari (Dr. Ir. Hindarwati, M.Sc.) kepada Wakil Direktur UPBS Balitkabi (Ir. Trustinah, M.S.), disaksikan oleh pejabat eselon IV, ketua kelti, dan perwakilan dari tim laboratorium, KNAPPP, dan ISO Balai pada tanggal 28 September 2018 bertempat di Aula Balitkabi. PT Agri Mandiri Lestari merupakan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih dan Bibit yang telah mengantongi sertifikat LSSM dari KAN (Komite Akreditasi Nasional).

Dalam sambutannya, Plh. Ka Balitkabi (B.S. Koentjoro, M.Kom.) menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim UPBS dan seluruh pihak yang telah membantu. Sertifikat SMM SNI ISO 9001:2015 merupakan prestasi sekaligus parameter untuk melihat kinerja Balai secara keseluruhan. “UPBS Balitkabi harus dapat terus maju dengan meningkatkan kualitas mutu produk maupun pelayanannya terhadap pelanggan,” kata Koentjoro.

upbs1

Pada kesempatan tersebut, Hindarwati juga memuji kinerja UPBS Balitkabi yang terus berkomitmen menjaga mutu produknya. Dengan diterbitkannya sertifikat ini, UPBS Balitkabi memiliki jaminan kualitas produk yang dihasilkan (quality assurance). Ruang lingkup UPBS Balitkabi yang telah tersertifikasi SMM SNI ISO 9001:2015 diantaranya adalah pada proses produksi benih BS untuk lima komoditas (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar) serta benih FS pada tiga komoditas kacang (kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau). “Semoga hasil benih aneka kacang dan umbi yang diproduksi Balitkabi dapat menjadi pemicu pembangunan pertanian,” ujar Hindarwati.

RTH