Berita » UPBS Balitkabi Selenggarakan Pelatihan Roguing dan Pengujian Mutu Benih

roguing

Dalam rangka meningkatkan kompetensi petugas UPBS (Unit Pengelolaan Benih Sumber) dan Kebun Percobaan lingkup Balitkabi, tanggal 2−4 Mei 2018 diadakan acara “Pelatihan Roguing dan Pengujian Daya Tumbuh Tanaman AKABI” di UPBS. Acara ini diikuti oleh seluruh petugas UPBS dan perwakilan masing-masing Kebun Percobaan lingkup Balitkabi. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini, menghadirkan narasumber dari BPSB Prov. Jawa Timur, pemulia komoditas akabi (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, dan ubi jalar), peneliti pascapanen, serta penyelia Lab. Uji Mutu Benih.

Kepala Balitkabi, Ir. Joko Susilo Utomo, MP, Ph.D, pada acara pembukaan menyampaikan bahwa UPBS Balitkabi merupakan satu-satunya penyedia benih sumber dan benih dasar komoditas akabi, sehingga cara menghasilkan benih berkualitas merupakan target utama yang harus diperhatikan. “Jika kita ingin output yang baik, maka kita harus melaksanakan proses yang baik pula,” ujar Kepala Balitkabi sekaligus Direktur UPBS. Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di UPBS dan Kebun Percobaan harus memiliki kompetensi memproduksi benih yang baik sesuai dengan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, diharapkan seluruh peserta dapat memahami dan mengikuti acara ini dengan detail agar dapat bermanfaat dalam mendukung kegiatan nasional.

Peserta pelatihan foto bersama Kepala Balitkabi.

Peserta pelatihan foto bersama Kepala Balitkabi.

Wakil Direktur UPBS, Ir. Trustinah M.P., selaku ketua panitia pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk integrasi ISO 9001:2015 dalam penerapan SMM, terutama pada klausul pengendalian proses, yaitu peningkatan kompetensi SDM.  “Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen manajemen Balai untuk terus mendukung penerapan SMM, semoga dengan adanya pelatihan ini, produksi benih berkualitas dapat semakin meningkat dengan kualitas yang terjamin,” ujar Ir. Trustinah.

Materi yang disampaikan pada pelatihan meliputi: (1) Teknik produksi sertifikasi benih, (2) Pengenalan varietas akabi (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, dan ubijalar), (3) Penanganan pascapanen aneka kacang dan umbi, serta (4) Pengujian mutu benih. Selain materi dalam kelas, peserta juga dilatih untuk praktek roguing, penyiapan media tumbuh benih, uji mutu fisik benih (kemurnian benih dan kadar air), serta uji daya berkecambah aneka kacang.

RTH