Berita ยป Update Progres Sinergi Kerjasama Riset Internasional IMIN-2

Ir. Rudy Soehendi, M.P., Ph.D. saat menyampaikan update progress project IMIN-2 dari Indonesia

Ir. Rudy Soehendi, M.P., Ph.D. saat menyampaikan update progress project IMIN-2 dari Indonesia

Sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) aneka kacang dan umbi, salah satu tuntutan dalam indikator kinerja di bagian riset (R&D capacity) yang harus dicapai oleh Balitkabi adalah terbentuknya kerjasama riset di tingkat internasional. Oleh karena itu, Balitkabi sedang merancang kerjasama riset untuk komoditas kacang hijau dengan project IMIN (International Mungbean Improvement Network) yang saat ini berada pada fase 2 (IMIN-2). Project IMIN-2 diinisiasi oleh World Vegetable (WorldVeg) Center yang dahulu dikenal sebagai Asian Vegetable Research and Development Center (AVRDC) dengan sumber pendanaan dari Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR).

Project IMIN fase 1 (IMIN-1) dimulai pada tahun 2016 dan berakhir pada Desember 2020 lalu, dan melibatkan beberapa negara yaitu Bangladesh, India, Myanmar, Australia, dan Tanzania. Pada IMIN-2 ini, Kenya dan Indonesia ikut bergabung bersama beberapa negara yang telah lebih dahulu menjalin network di IMIN-1. WorldVeg Center menginisiasi pembentukan project IMIN ini sebagai upaya untuk membentuk network di antara sentra-sentra produksi kacang hijau di lingkup regional Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia, baik dalam hal penelitian dan investasi pada varietas-varietas unggul kacang hijau yang saat ini dinilai masih rendah. Network-network tersebut akan mengkoleksi dan mengevaluasi hasil trial keragaman genetik aksesi-aksesi kacang hijau koleksi mini-core yang dibentuk oleh WorldVeg Center.

Mengingat pandemi global yang masih terjadi di seluruh belahan dunia, untuk tetap dapat memperoleh update progres dari project IMIN-2, secara reguler, Dr. Ramakrishnan Nair (project leader IMIN) dari WorldVeg Center menginisiasi pertemuan daring bagi negara-negara yang terlibat. Pada video conference tanggal 23 Februari 2021 lalu, diikuti oleh perwakilan dari negara Bangladesh, India, Myanmar, Kenya, termasuk Indonesia. Tim peneliti dari Indonesia dikomandani oleh Ir. Rudy Soehendi, M.P., Ph.D, sebagai nakhoda IMIN-2 dan didampingi oleh tim IMIN-2 Balitkabi yaitu Eriyanto Yusnawan, Ph.D., Ir. Trustinah, MS, Dian Adi Anggraeni Elisabeth, S.TP., M.AgrSc., dan Amri Amanah, M.Sc. Indonesia melaporkan beberapa update progress terkait project IMIN-2, baik berupa perkembangan dokumen-dokumen yang diperlukan dan rencana kegiatan. Dokumen entry permit material dari WorldVeg Center baru saja dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian cq. Balitbang Pertanian, dan diharapkan aksesi-aksesi kacang hijau koleksi mini-core dapat segera dikirimkan oleh WorldVeg Center ke Indonesia. Pada awal April direncanakan kegiatan evaluasi pertanaman ke-418 aksesi kacang hijau dapat dilaksanakan di IP2TP Muneng dan rumah kaca Balitkabi.

Semoga hasil evaluasi tidak hanya menambah khasanah keragaman genetik aksesi kacang hijau, tetapi juga membawa dampak positif bagi pengembangan kacang hijau di Indonesia dan dapat mensejahterakan petani kita.

RS/DAAE

Suasana vidcon penyampaian update progress project IMIN-2 dari negara-negara yang terlibat

Suasana penyampaian update progres project IMIN-2 dari negara-negara yang terlibat