Berita » Sosialisasi UPSUS Pengembangan Kedelai di Sopeng, Sulawesi Selatan

Swasembada kedelai menjadi target utama pemerintah dalam lima tahun ke depan bersama dua komoditas pangan lain yaitu padi dan jagung yang sejak awal tahun ini selalu digaungkan dengan swasembada PJK (padi, jagung dan kedelai).

Berbagai potensi sumber daya dikerahkan secara maksimal untuk percepatan dan pencapaian target tersebut. Gerak cepat dengan aksi nyata di lapangan dari berbagai komponen institusi pusat dan daerah dalam identifikasi, zonasi dan koordinasi di setiap wilayah pengembangan kedelai telah dan terus dilakukan sebagai respons terhadap program yang dicanangkan pemerintah ini.

Balitbangtan dengan semangat mengimplementasikan tagline science, innovation dan network mengambil posisi di garda terdepan dalam aktualisasi program swasembada kedelai. Bahwa sebagai institusi penelitian dan pengembangan pertanian, berbagai inovasi dan teknologi yang dihasilkan siap ditransformasikan ke masyarakat.

Pemerintahan Kabinet Kerja 2015–2019, telah menetapkan swasembada padi, jagung dan pencapaian swasembada kedelai pada tahun 2017, program pencapaian swasembada kedelai ini harus didukung oleh semua pihak yang terkait dari pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah.

Kabupaten Sopeng merupakan salah satu Kabupaten sentra produksi kedelai di Provinsi Sulawesi Selatan, ikut berperan aktif dalam menyumbang produksi kedelai di Sulawesi Selatan pada khususnya dan nasioanal pada umumnya.

Kabupaten Sopeng pada musim tanam 2015 ini ditargetkan seluas 11.000 ha, yang terdiri dari program GP-PTT 1.500 ha, PAT 5.000 ha dan nonkawasan 4.500 ha, demikian dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir. Yuliana MSi pada sosialisasi UPSUS kedelai di Kabupaten Sopeng, 17 Maret 2015.

Selanjutnya Ir Yuliana MSi mengharapkan kepada peserta sosialisasi untuk ikut membantu pelaksanaan program pengembangan kedelai di Kabupaten Sopeng. Sosialisasi UPSUS Kedelai di ikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari para ketua kelompok tani, penangkar, penyuluh, camat, kepala desa dan TNI AD (Babinsa dan Komandan Koramil.

Sebagai nara sumber dari Badan Litbang Pertanian Prof. Dr. Marwoto dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) dan Ir. Abdul Fatah MS dari BPTP Sulawesi Selatan. Materi dari BPTP membahas teknologi spesifik lokasi produksi kedelai di Sulawesi Selatan dan dari Balitkabi membahas teknik budidaya produksi benih kedelai dan identifikasi hama penyakit dan kahat hara kedelai serta cara pengendaliannya.

Pada kesempatan ini secara simbolis peneliti Balitkabi menyerahkan buku teknologi produksi kedelai pada berbagai kawasan agroekosistem dan identifikasi hama, penyakit dan kahat hara kedelai kepada peserta yang secara simbolis diserahkan kepada wakil peserta dari TNI AD, Kepala Desa dan Penyuluh Swadaya di Kabupeten Sopeng.

Kadis Pertanaian Tanaman Pangan Kabupaten Sopeng Ir. Yuliana MSi didamping nara sumber dari Balitbangtan Prof. Dr. Marwoto dan Ir. Abdul Fatah MS. Penyerahan buku kepada peserta Sosialisasi UPSUS Kedelai yang secara simbolis diserahkan kepada penyuluh swadaya dan TNI AD.

Kadis Pertanaian Tanaman Pangan Kabupaten Sopeng Ir. Yuliana MSi didamping nara sumber dari Balitbangtan Prof. Dr. Marwoto dan Ir. Abdul Fatah MS. Penyerahan buku kepada peserta Sosialisasi UPSUS Kedelai yang secara simbolis diserahkan kepada penyuluh swadaya dan TNI AD.

Prof Marwoto