Berita » URIL Maju dan Profesional

kabadan1

Kegiatan utama penelitian pertanian ada di laboratorium dan lapang. Kebun Percobaan (KP) ke depan harus benar-benar menjadi unit yang maju dan profesional. Model atau nama yang mewakili fungsi tersebut adalah Unit Riset dan Inovasi Lapang (URIL). Agar KP layak menjadi URIL, fasilitasnya akan ditingkatkan secara bertahap. Karena aktivitas URIL adalah penelitian maka tenaga peneliti harus berada di URIL, bahkan bisa jadi Prof Riset yang akan mengelola URIL. Demikian arahan Dr. Haryono, M.Sc., Kepala Badan Litbang Pertanian, dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke KP Litbang di Jawa Timur. Arahan disampaikan di kantor KP Kendalpayak, Malang, Sabtu (20/8/) siang. Sebelumnya rombongan Ka Badan meninjau dan memberi pengarahan yang sama di KP Jambegede. FUNGSIONAL URIL Peran kebun sebagai garda terdepan penelitian sangat penting dan prinsip. Oleh karena itu kebun harus benar-benar berfungsi sesuai martabatnya. Kebun tidak hanya kebun untuk berkebun, tetapi kebun untuk kegiatan penelitian. Di luar negeri seperti di Malaysia, Jepang, Iran kebun ini disebut Researh Station, sehingga kepalanya disebut Direktur Researh Station. ”Pak Margono ini adalah Direktur Research Station.” gurau Ka Badan yang didampingi Dr Hasil Sembiring, Kepala Puslitbangtan, dan Dr Muchlish Adie, Kepala Balitkabi Karena untuk riset maka tenaga risetnya harus peneliti. Oleh karena itu di URIL nanti harus dikelola secara profesional dan maju. ”Bisa jadi Prof Riset mengelola URIL, dan tinggal di Research Station”, tutur Dr. Haryono, M.Sc. Untuk meningkatkan peran tersebut, fasilitas memang akan di-upgrade. Namun, ”karena anggaran yang terbatas upgrading-nya akan dilaksanakan secara bertahap”, lanjut Dr Haryono. Namun harus disadari bahwa yang diutamakan dalam URIL adalah fungsi dan pengembangannya, jadi walaupun tidak ada eselonnya, posisi URIL harus tinggi, high profile, dan memberikan hasil yang nyata dalam penelitian. ”Saat ini penampilan KP terlalu low profile” tutur Dr Hasil Sembiring, Ka Puslitbang Tanaman Pangan, saat mengawali arahan Ka Badan. Ini yang akan diubah agar URIL nanti high profile. JANGKAU SELURUH PROVINSI Benih sumber merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan penelitian. Ketersediaan benih sumber varietas unggul yang cukup merupakan awal penting dari peningkatan produksi pertanian. Juga, sangat menyedihkan jika pelepasan varietas unggul baru tidak diikuti penyediaan benih yang cukup. Varietas seunggul apapun kalau tidak diikuti penyediaan benih sumber tidak akan memiliki arti penting, atau boleh disebut minim atau tuna kontribusinya bagi produksi pertanian. Karena penting dan urgennya benih itulah, UPBS menjadi ampiran pertama kunjungan Ka Badan di Balitkabi Kendalpayak. Dalam kunjungannya ke UPBS beliau cermat mengawasi tidak hanya gedung dan isinya namun juga kelembaban, bau, dan ancaman tikus. Beliau meminta pelayanan benih termasuk ternak menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, ”Model sebagaimana padi, yaitu memasok benih sumber ke seluruh Provinsi di Indonesia, harus juga dilakukan oleh Balitkabi”, lanjut Pak Haryono, yang pernah menjadi Asisten Biologi saat di IPB. Secara umum Ka Badan menilai bahwa kondisi kebun percobaan tanaman pangan rata-rata cukup bagus. ”KP Kendalpayak bagus, fasilitasnya juga lebih lengkap” tutur beliau. Selanjutnya, ”Usulan-usulan mendesak jangka pendek silakan dipenuhi, namun untuk jangka panjang menunggu yang hadirnya URIL” tutur Pak Haryono, mengakhiri kunjungan ini. Perlu diketahui bahwa dalam kunker kali ini Ka Badan didampingi oleh Dr Hasil Sembiring (Kapuslitbangtan), Dr Yusdar Hilman (KaPuslitbanghort ), Dr Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc. (Kepala BP2TP), dan beberapa Pejabat, serta Kepala Balai Lingkup Badan Litbang di Jawa Timur.

Dr H. Sembiring, Kapuslitbangtan (kanan), Ka. Badan Litbang (tengah), Dr Muchlish Adie, Ka Balitkabi (kiri) bersama rombongan saat mengunjungi KP Jambegede, Sabtu (20/8/).

Dr. Ir. Haryono, M.Sc. mencermati sortasi benih kedelai di UPBS Balitkabi

Karyawan KP Kendalpayak foto bersama Ka Badan Litbang Pertanian Dr Haryono, M.Sc. dan rombongan

Lap Joko, Sagitarius dan Winarto; Foto-foto Purwanto dan Sugiono.