Berita » Varietas Argomulyo Diminati Petani Jember

Pada MK II 2017 Balitkabi melakukan diseminasi Varietas Anjasmoro dan Argomulyo disertai teknologi budi daya pendukungnya di desa Curah Lele, Kecamatan Balung, Kab. Jember, Jawa Timur seluas 11 ha. Curah Lele sangat potensial menjadi areal pengembangan kedelai karena termasuk daerah yang selalu menanam kedelai setiap tahun dengan pola tanam Padi-Padi-Kedelai.

Petani Curah Lele biasa tanam kedelai dengan cara disebar langsung setelah padi dipanen. Rata-rata kebutuhan benih dengan cara disebar 60−80 kg/ha. Kedelai yang ditanam dengan cara sebar umumnya tumbuh tidak merata dan bergerombol, menyebabkan ruang kosong yang banyak ditumbuhi rumput. Tanaman kedelai dibiarkan tumbuh apa adanya di lahan hingga panen. Kadangkala petani mengairi lahan jika tanaman terlihat layu. Benih yang digunakan diperoleh dari pasar dan disebut varietas Galunggung.

Balitkabi datang ke Curah Lele mengenalkan dua varietas kedelai yaitu Anjasmoro dan Argomulyo. Pengenalan cara tanam tugal menggunakan jarak tanam 40 cm × 15 cm dan jajar legowo (baris ganda) 50 cm × (30 cm × 15 cm) serta pemupukan menggunakan inokulan Agrisoy dan pupuk organik Santap (produksi Balitkabi) dosis 1 t/ha, 100 kg/ha Phonska dan 100 kg SP36 di Curah Lele ternyata tidak mudah.

Awalnya, petani tidak mau menerima teknologi cara tanam teratur menggunakan tugal, karena kesulitan tenaga kerja serta kondisi ekonomi masyarakat petani yang tidak memungkinkan untuk membayar upah tenaga kerja. Tetapi ketika melihat kondisi pertanaman kedelai yang tumbuh lebih seragam, dengan daya tumbuh sekitar 85%, petani mulai tertarik melakukan cara tanam dengan jarak tanam teratur. Petani sekitar lokasi mengaku sangat tertarik dengan penampilan varietas Argomulyo dan Anjasmoro yang tumbuh subur dan sangat seragam. Varietas Argomulyo lebih menarik perhatian petani karena beumur lebih genjah dengan keragaan tanaman yang kompak, polong cukup banyak dan bernas.

“Jika harga kedelai sekitar Rp7500–Rp8000 per kg, tidak disuruhpun petani di Curah Lele mau menerapkan teknologi budidaya kedelai seperti yang sekarang sedang diuji coba” kata Mulyono, Ketua Kelompok Tani Barokah 01 Desa Curah Lele. Mereka akan coba tanam kedelai dengan jarak tanam teratur 40 cm × 15 cm maupun baris ganda 50 cm × (30 cm × 15 cm) dengan cara tugal jika hasil biji yang diperoleh memuaskan.

Hasil panen kedelai tingkat petani di Jember sekitar 1,5 t/ha. Apabila dengan introduksi teknologi budi daya kedelai ini mampu menghasilkan di atas 2,5 t/ha, diharapkan petani bergairah menanam kedelai, apalagi jika harga kedelai di atas Rp7000.

Varietas Anjasmoro dengan cara tanam tugal berjarak 40 cm × 15 cm.

Varietas Anjasmoro dengan cara tanam tugal berjarak 40 cm × 15 cm.

Varietas Argomulyo dengan cara tanam jajar legowo berjarak 50 cm × (30 cm × 15 cm).

Varietas Argomulyo dengan cara tanam jajar legowo berjarak 50 cm × (30 cm × 15 cm).

RDPR