Berita » Varietas Ubikayu Tahan Penyakit “Leles”

a_ubikayu_thd_peny_edt

Akhir-akhir ini, komoditas ubikayu memiliki peran strategis sebagai komoditas bernilai ekonomis menjanjikan bagi petani. Salah satu ancaman produksi ubikayu adalah serangan penyakit “leles”. Penyakit “leles” banyak ditemukan pada sentra produksi ubikayu di Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sebagaimana dilansir Laporan Tahunan Balitkabi 2012, penyakit leles berdampak merugikan langsung terhadap produksi ubikayu, karena penyakit ini mengakibatkan akar, batang, dan umbi tanaman ubikayu menjadi busuk, sehingga tanaman menjadi layu dan mati. Penyakit leles disebabkan oleh infeksi patogen Fusarium sp., Phoma sp., Aspergillus sp., dan Rhizoctonia sp. Kompleks patogen tersebut yang menyebabkan akar, batang dan umbi tanaman busuk serta tanaman menjadi layu dan mati. Evaluasi yang telah dilakukan oleh Balitkabi terhadap varietas dan beberapa klon harapan ubikayu terhadap penyakit leles, diperoleh varietas Malang 4, Adira 4, UJ-5 dan Darul Hidayah yang sangat tahan terhadap penyakit leles. Klon harapan ubikayu yang juga bereaksi sangat tahan adalah CMM 02038-7, CMM 02048-6, CMM 03028-4, CMM 03008-11, CMM 03080-8, dan OMM 9908-4. Sedangkan varietas UJ-3 bereaksi sangat peka. Varietas ubikayu yang bereaksi sangat tahan, berpeluang dikembangkan pada sentra produksi ubikayu yang endemik penyakit leles.


Tanaman terserang leles (kiri) Umbi busuk terserang leles (kanan)
MMA/AW