Berita » Vima 4 dan Vima 5 Dipinang PT Agri Makmur Pertiwi

Keragaan Vima 4 (kiri) dan Vima 5 (kanan)

Keragaan Vima 4 (kiri) dan Vima 5 (kanan)

Program Kementerian Pertanian tahun 2020 untuk komoditas pangan mulai melirik kacang hijau untuk lebih ditingkatkan peran dan fungsinya. Kacang hijau dengan berbagai keunggulannya terutama karakteristik umur genjah dan hasil tinggi, menjadikan komoditas tersebut potensial untuk dikembangkan baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Pada lahan kering, kacang hijau biasa ditanam sesudah padi gogo atau jagung.

Peran kacang hijau sebagai komponen pola tanam cukup penting, dan ditanam paling akhir dari suatu pola tanam sehingga sifat umur genjah dan tahan kekeringan sangat penting. Pada daerah-daerah dengan keterbatasan tenaga kerja, maka varietas kacang hijau yang memiliki karakteristik masak serempak dan hasil tinggi menjadi sangat penting. Di lahan sawah, kacang hijau juga ditanam pada pola tanam terakhir, bahkan sangat mungkin ditanam pada lahan sawah bekas padi yang diberokan, karena tidak adanya pengairan, sehingga karakteristik tahan kering dan masak serempak merupakan dua karakter yang harus dimiliki oleh suatu varietas.

Peluang peningkatan produksi kacang hijau di tingkat petani masih terbuka lebar, untuk saat ini produktivitas rata-rata nasional masih 1, 63 t/ha sedangkan produktivitas varietas Vima 4 dan 5 dapat mencapai 2,5 t/ha.

Pengembangan suatu varietas utamanya kacang hijau erat kaitannya dengan ketersediaan logistik benih. Hingga saat ini Balitkabi hanya menyediakan benih dengan kelas BS dan FS, sedangkan kelas di bawahnya masih bisa dibilang langka. Kelangkaan produsen benih ini kalau ditarik ke hulunya berkaitan erat dengan dukungan pemerintah dalam program pengembangan kacang hijau. Dengan dibukanya peluang peningkatan produksi kacang hijau oleh Kementan maka PT Agri Makmur Pertiwi langsung menyambut peluang ini. Sebagai salah satu produsen benih anak negeri PT Agri Makmur Pertiwi ingin turut berperan dalam pengembangan kacang hijau terutama penyediaan benihnya.

Peninjauan lahan, sarana prosesing dan sarana laboratorium oleh tim BPATP dan Balitkabi di PT.Agri Makmur Pertiwi.

Peninjauan lahan, sarana prosesing dan sarana laboratorium oleh tim BPATP dan Balitkabi di PT.Agri Makmur Pertiwi.

Gayung bersambut antara Balitbangtan dengan PT Agri Makmur Pertiwi, maka pada tanggal 19 Desember 2019, tim Balitbangtan dalam hal ini diwakili oleh tim BPATP (Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian) dan Balitkabi berkesempatan untuk melakukan verifikasi kelayakan calon lisensor Vima 4 dan Vima 5.

Beberapa hal yang ditinjau bersama yakni terkait dengan lahan produksi, gudang prosesing, gudang penyimpanan benih, sarana dan prasarana prosesing, sumberdaya manusia dan kelengkapan administrasi. Hasil verifikasi secara umum sudah sangat layak, tinggal melengkapi beberapa administrasi pendukung saja. Oleh karena itu perlu kiranya hasil verifikasi ini segera ditindaklanjuti dengan adanya MOU untuk segera dilakukan lisensi. Dari perkembangan diskusi pihak PT Agri Makmur Pertiwi mengharapkan untuk mendapatkan lisensi yang bersifat eksklusif. Ini akan dijadikan bahan diskusi ditingkat Balitbangtan apakah lisensi yang diperpolehkan bersifat eksklusif ataukah non eksklusif….kita tunggu.
RI