Berita » VUB dan Teknologi Budidaya Kedelai Baris Ganda Dukung Perbenihan Kedelai 2018

Pemerintah telah mencanangkan tahun 2018 sebagai tahun perbenihan kedelai guna mendukung terwujudnya swasembada kedelai. Dalam rangka mendukung tercapainya tahun perbenihan, Badan Litbang Pertanian melalui Balitkabi melakukan produksi benih melalui kegiatan diseminasi teknologi yang telah dihasilkan.

Teknologi yang didiseminasikan adalah varietas unggul dan pengaturan jarak tanam (baris ganda). Diseminasi dilakukan di lima lokasi, empat provinsi, yaitu: (1) Indramayu-Jawa Barat, (2) Jember-Jawa Timur, (3) Banyuwangi-Jawa Timur, (4) Maros-Sulawesi Selatan, dan (5) Lombok-Nusa Tenggara Barat, dengan luasan masing-masing 11 ha.

Tujuan dari kegiatan diseminasi ini selain menyebarluaskan teknologi budidaya kedelai juga memproduksi benih sumber. Benih sumber ini nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan pengembangan kedelai tahun 2018 pada lahan kering MT I.

Sulawesi Selatan dijadikan salah satu lokasi kegiatan diseminasi, dengan alasan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi kedelai di Indonesia, yang sangat potensial untuk pengembangan kedelai.

Pertanaman kedelai model baris ganda jarak tanam (20 cm × 15 cm) × 60 cm.

Pertanaman kedelai model baris ganda jarak tanam (20 cm × 15 cm) × 60 cm.

Lokasi yang digunakan untuk kegiatan diseminasi adalah lahan sawah dengan pola tanam padi-padi-bero, yang terletak di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Pada MK II, lahan sawah di wilayah ini dibiarkan tidak tertanami, padahal sumber air (sungai) tersedia. Melalui kegiatan diseminasi ini, lahan tersebut dimanfaatkan kegiatan diseminasi teknologi dan sekaligus memproduksi benih kedelai.

Varietas yang digunakan adalah Argomulyo dan Dena 1. Kedelai ditanam secara jajar legowo (baris ganda) dengan jarak tanam (20 cm × 15 cm) × 60 cm dan sebagai pembanding digunakan jarak tanam 40 cm × 15 cm. Argomulyo merupakan salah satu varietas yang biasa ditanam petani di Sulawesi Selatan, sedangkan jarak tanam yang biasa digunakan adalah 40 cm × 15 cm.

Pertanaman kedelai model baris tunggal jarak tanam 40 cm × 15 cm.

Pertanaman kedelai model baris tunggal jarak tanam 40 cm × 15 cm.

Dengan demikian, teknologi yang didiseminasikan, baik itu varietas Dena 1 dan jarak tanam (20 cm × 15 cm) × 60 cm merupakan hal baru bagi petani. Diharapkan melalui diseminasi ini, petani mau mengadopsi teknologi yang diperkenalkan.

Respons petani terhadap varietas Dena 1 sangat baik, bahkan petani ingin menyimpan sebagian hasil panennya untuk digunakan sebagai benih. Varietas Dena 1 disukai karena postur tanaman lebih tinggi, jumlah polong lebih banyak, umur genjah, dan warna polong lebih menarik dibandingkan dengan Argomulyo.

Mengenai teknologi jarak tanam yang diterapkan, menurut petani dari segi pemeliharaan lebih mudah, namun untuk menentukan pilihan jarak tanam, petani masih menunggu hasil panennya.

Varietas Unggul Kedelai Dena 1 (gambar kiri), dan Varietas Unggul Argomulyo (gambar kanan)

Varietas Unggul Kedelai Dena 1 (gambar kiri), dan Varietas Unggul Argomulyo (gambar kanan)

TS