Berita » Waspada Tikus di Pertanaman Benih Sumber Kacang Tanah

Desa Wadung yang masuk dalam wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mempunyai tanaman pangan yang terkenal, yaitu padi sawah, jagung, dan kacang tanah. Meskipun secara luasan, pertanaman kacang tanah di Kecamatan Pakisaji masih jauh dibawah sentra produksi kacang tanah lainnya di Kabupaten Malang seperti Kecamatan Donomulyo, Wagir, dan Gedangan.

Serangan tikus mulai merajalela di pertanaman padi sejak bulan Mei 2020, dan mencapai puncaknya pada bulan September 2020 dan Januari 2021 berdasarkan data selama 16 tahun. Pertanaman beberapa varietas unggul kacang tanah di Desa Wadung yang merupakan kerjasama antara Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) Balitkabi dengan Gapoktan Makmur juga ikut menjadi sasaran serangan tikus.

Menurut Robiul Huda, Ketua Kelompok Tani Makmur II, selama ini pertanaman kacang tanah di wilayahnya belum pernah mendapat serangan tikus. “Baru musim tanam kali ini tanaman kita diserang,” ungkap Robiul kepada Dr. Nur Aini Herawati, S.Si. M.Sc., ahli hama tikus dari Balitkabi. Dr. Nur Aini kemudian melakukan identifikasi sarang tikus di pertanaman kacang tanah yang ada.

Identifikasi sarang tikus oleh Dr. Nur Aini Herawati, S.Si. M.Sc.

Identifikasi sarang tikus oleh Dr. Nur Aini Herawati, S.Si. M.Sc.

Hasil identifikasi sarang tikus

Hasil identifikasi sarang tikus

Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan banyak sarang tikus, sehingga petani disarankan untuk segera melakukan tindakan pengendalian untuk mencegah serangan yang lebih parah. Cara pengendalian yang disarankan adalah menggunakan alat emposan tikus atau bahan bakar minyak (BBM) premium (dengan cara diteteskan di lubang sarang tikus), kemudian sarang ditutup. Pramudianto, S.P. selaku petugas POPT di wilayah Kecamatan Pakisaji mengemukakan bahwa pengendalian tikus ini tidak boleh ditunda, karena serangan tikus sangat cepat sekali, terlambat sedikit bisa tidak panen.

Semoga serangan hama tikus di pertanaman perbanyakan benih kacang tanah di Desa Wadung dapat segera dikendalikan, sehingga petani dapat menikmati hasil panen yang bagus.

KN

tikus3 tikus4
Diskusi penanganan hama tikus dengan Pramudianto, S.P. (Petugas pengamat OPT Kecamatan Pakisaji) dan Nurul Farida (PPL Desa Wadung)