Berita » Workshop Grand Design Taman Sains dan Teknologi Pertanian

Visi pembangunan Indonesia dalam periode pemerintah 2014–2019 adalah terwujudnya Indonesia berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Penjabaran program untuk tercapainya visi tersebut dituangkan dalam 9 Agenda Prioritas atau disebut dengan Nawa Cita, yang salah satunya adalah “Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional”, yang antara lain dijabarkan dalam program membangun sejumlah Taman Sains (Science Park) dan Taman Teknologi (Techno Park).

23-4-15

Pemerintah Indonesia melalui Bappenas mengagendakan untuk membangun Taman Sains Pertanian (TSP) di 34 Provinsi dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di 100 kabupaten dalam waktu 5 tahun yang dituangkan dalam program Quick Win.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian tahun 2015 mendapat tugas untuk membangun 5 TSP di area Kebun Percobaan milik Balitbangtan dan 16 TTP di tingkat kabupaten/kota. Di samping itu Kementan juga memiliki program untuk mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Pertanian Nasional (TSTPN) yang dipusatkan di Cimanggu.

Berkaitan dengan program pembangunan TSP, TTP dan TSTPN, Balitbangtan menyelenggarakan Workshop Grand Design TSP, TTP dan TSTPN di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Cimanggu Bogor, pada tanggal 17–18 April 2015.

Peserta Workshop sekitar 250 orang diikuti oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Staf Ahli Menteri, perwakilan Bapenas, Para Eselon II lingkup Balitbangtan, Kepala Balit, BPTP lingkup Balitbangtan, Dinas Pertanian terkait pembangunan TTP, dan peneliti. Dari Balitkabi yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo dan peneliti: Prof. Dr. Marwoto, Dr. Novita Nugrahaeni serta Dr. Gatut Wahyu Anggoro.

Kepala Badan Litbang Pertanian dan para presenter Grand Design TSP, TTP dan TSTPN Kepala Badan Litbang pertanian dalam sambutannya mengingatkan bahwa pembangunan TSP, TTP dan TSPN mengacu kepada konsep pertanian modern yang bercirikan:

  • Penguasaan Bio-sains dan Bio-enjinering
  • Pemanfaatan inovasi teknologi
  • Penguasaan teknologi informasi untuk aplikasi hulu hingga hilir, dan
  • Integrasi pertanian modern dengan kearifan lokal (local wisdom) yang diekpresikan sebagai teknologi spesifik lokasi berkelanjutan.

Khusus untuk TTP, Kabadan Litbang menekankan untuk betul-betul memperhatikan kearifan lokal agar keberadaan TTP benar-benar bermanfaat bagi masyarakat setempat dan lestari. Workshop membahas 22 Grand Design TSP, TTP serta TSTPN, dan sebagai pembahas adalah Staf Ahli Menteri Pertanian, Perwakilan Bappenas, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Staf TTP Sampurna, dan Manager Bandung Techno Park.

Prof. Dr. Marwoto