Berita » Workshop Hilirisasi Produk Riset

Produk riset harus segera diinkubasikan dan dispin-off. STP merupakan muara dari produk riset. Petani tidak mengerti jurnal internasional terindexscopus, tidak mengerti jurnal nasional terakreditasi. Yang dibutuhkan petani dan pengguna adalah bagaimana teknologi mampu meningkatkan pendapatannya.

Sebagian arahan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti pada saat Workshop menuju hilirisasi produk unggulan PUI 2016 yang dilaksanakan tanggal 13 Desember 2016 di Ruang Komisi BPPT Jakarta. Workshop dihadiri oleh 49 lembaga PUI, Tim Ahli PUI dan STP, DRN serta pihak industri. Muchlish Adie dan Yuhrotus Faridah dari PUI Akabi hadir pada workshop tersebut.

Workshop dimaksudkan untuk memperkuat langkah menuju road to industry berbasis lessons learned dan success story dari produk unggulan, memetakan perkembangan kesiapan hilirisasi produk unggulan, dan memperkuat sinergi hilirisasi PUI dengan mitra industri dan pihak terkait lainnya. Pokok agenda workshop adalah “Lessons Learned Menuju Hilirisasi dan Pemetaan Perkembangan Hilirisasi Produk PUI”.

Workshop hilirisasi produk unggulan PUI 2016.

Workshop hilirisasi produk unggulan PUI 2016.

Pemahaman perspektif hilirisasi disampaikan oleh Dr. Wendy Aritenang dan Ketua Dewan Riset Nasional. Disampaikan bahwa dalam kerangka Nawacita tidak tertulis riset dan teknologi tetapi tersirat kata dayasaing.

Riset yang mengarah pada inovasi akan meningkatkan dayasaing. Pencerahan hilirisasi produk disampaikan melalui pengalaman produk yang telah dispin-off oleh industri yakni Fiesta White Tea, Kit Radiofarmaka, dan GESITS.

Agenda pemetaan produk menuju industri dipandu oleh Yudho Baskoro dengan narasumber Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktur Inovasi Industri, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, serta Tim Ahli STP.

MMA