Berita » Workshop International Pengembangan Sistem Teknologi Produksi Kedelai dan Agribisnis di Madagascar

Pusat Kerja sama Luar Negeri menyelenggarakan workshop international “Sustainable Development of Soybean Production and Agribusiness Systems In Madagascar”. Workshop diadakan pada 17 Juni 2015 di Development Learning Centre, Anosy-Antananarivo, Madagaskar.

Workshop dibuka oleh Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar Bapak Ravatomanga Rolland. Workshop dihadiri pula oleh Kuasa Usaha Tetap RI di Madagaskar Bapak Artanto Salmoen Wargadinata dan Direktur Jendral Teknik Kementerian Pertanian Madagaskar Ibu Dr. Voahangy Arijaona.

Para peserta workshop berasal dari berbagai institusi di Madagaskar, diantaranya adalah Kementerian Pertanian Madagaskar, Fiompiana Fambolena Malagasy Norveziana (FIFAMANOR), Centre de Formation et d’Application du Machinisme Agricole (CFAMA), Office National de Nutrition (ONN), National Center for Applied Research and Rural Development (Foiobem-pirenena momba ny Fikarohana ampiharina amin’ny Fampandrosoana ny eny Ambanivohitra-FOFIFA), Kementerian Luar Negeri Madagascar, misionaris, perusahaan swasta di bidang pertanian dan beberapa konsultan pertanian asing.

Bapak Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar dalam sambutannya menyampaikan pentingnya proyek percontohan kedelai yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian RI di Madagaskar, karena setelah acara demplot dan demo pengolahan kedelai menjadi makanan berbagai produk makanan olahan di FIFAMANOR dan CFAMA Antsirabe beberapa bulan yang lalu, disadari bahwa kedelai menduduki peran penting dalam hal ketahanan pangan dan nutrisi di Madagaskar.

Bapak Roland Ravatomanga menegaskan bahwa sosialisasi terhadap rakyat Malagasy untuk memproduksi dan mengkonsumsi kedelai adalah tugas kita semua dan perlu lebih ditingkatkan. Sementara itu, Bapak KUTAP RI dalam sambutannya mengharapkan agar kerja sama pengembangan kedelai di Madagaskar yang telah dilaksanakan mulai tahun 2013 dapat ditindak-lanjuti untuk kepentingan Bangsa dan Negara untuk saling mensejahterahkan sebagaimana yang diharapkan oleh kedua Kepala Negara pada waktu pertemuan Bilateral peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Jakarta pada tanggal 23 April 2015.

Selain itu, melalui acara ini juga diharapkan timbal balik, tanggapan, saran dari pihak Madagaskar untuk kegiatan berikutnya yang nyata dan bermanfaat langsung untuk kedua Bangsa dan Negara. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan benih kedelai dari 10 varietas Indonesia hasil penanaman di Region Antsirabe kepada Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar.

Pembicara utama dari Madagaskar dalam workshop ini adalah Bapak RAKOTOARIVELO Havoson Nirina dan Ibu RASOLOFOARIFARA Lydia Nicole, yang masing-masing menyampaikan materi berjudul “Policy of Developing Soybean Production System in Madagascar” dan “Developing of Agriculture Extension, Diseminating Technology and Institutionalized of Group Farmers to Support Soybean Production System in Madagascar”, sedangkan pembicara utama dari Indonesia diwakili oleh dua peneliti Balitkabi Prof. Dr. Sudaryono dan Dr. Heru Kuswantoro bertindak sebagai nara sumber, yang masing-masing menyampaikan materi berjudul ”Technology for Soybean Cultural Practices to Support Developing Soybean Production System in Madagascar”, dan “Improving High Yielding Variety to Support Soybean Production System in Madagascar”.

Materi lain yang berasal dari Indonesia adalah “Developing Seed Production System to Support Soybean Production in Madagascar” disusun oleh Dr. Didik Harnowo dan Prof Dr. Marwoto yang disampaikan oleh Dr. Heru Kuswantoro, serta “Postharvest and Processing Technologies of Soybean for Food Uses to Support Soybean Production in Madagascar” disusun oleh Ir. Erliana Ginting M.Sc. dkk. yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sudaryono.

Di samping itu juga terdapat satu materi menarik tentang perspektif kedelai dari sudut pandang orang Malagasy yang disampaikan oleh Dr. Rejo Tsiresy dari Institut Superieur Prive Agricole yang berjudul “Tempe: Perspective from the Point of View of Madagascar People”.

Para peserta workshop sangat antusias dengan mengajukan pertanyaan menarik dan kritis. Setelah mengetahui manfaat dari kedelai, para peserta workshop sangat tertarik untuk memproduksi kedelai dibanding kacang-kacangan lainnya.

Terlihat pada workshop tersebut, keinginan para peserta untuk meningkatkan produksi dan konsumsi kedelai di Madagaskar melalui cara pembudidayaan kedelai yang sesuai di masing-masing daerahnya yang berbeda iklim dan kondisi tanah.

Diharapkan untuk masa mendatang kedelai dapat menjadi makanan pokok rakyat Malagasy seperti yang terjadi di Indonesia. Dalam workshop tersebut diperoleh rumusan:

  1. Workshop telah membahas 6 topik yang menarik meliputi kebijakan pengembangan kedelai, teknologi diseminasi, teknologi budaya, perbaikan genetik, pengembangan sistem produksi benih kedelai, pengolahan kedelai untuk meningkatkan nilai komoditas, dan perspektif tempe dari sudut pandang orang Madagaskar,
  2. Pemerintah Madagaskar mendukung produksi kedelai berkembang dengan tujuan akhir untuk perdagangan internasional,
  3. Adanya peluas yang besar untuk mengembangkan agribisnis kedelai melalui pengelolaan sumber daya lahan, teknologi produksi, pengolahan hasil dan pemasaran kedelai,
  4. Perlu sosialisasi pengembangan teknologi untuk petani,
  5. Untuk mengembangkan teknologi produksi dan agribisnis kedelai perlu adanya dukungan sistem produksi benih,
  6. Peluang yang besar juga tersedia untuk melakukan penelitian pada tahun-tahun yang akan datang sehingga lembaga penelitian dan atau universitas dapat mengambil bagian dalam penelitian ini.
Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar membuka Workshop International “Sustainable Development Of Soybean Production and Agribusiness Systems In Madagascar”.

Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar membuka Workshop International “Sustainable Development Of Soybean Production and Agribusiness Systems In Madagascar”.

Kuasa Usaha Tetap RI, Bapak Artanto Salmoen Wargadinata menyerahkan secara simbolis benih kedelai dari 10 varietas Indonesia hasil penanaman di Region Antsirabe (kiri) dan menjelaskan pembuatan dan manfaat kedelai kepada Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar Bapak Ravatomanga Rolland sekaligus merasakan berbagai produk olahan kedelai yang dibuat oleh ibu-ibu KBRI Madagaskar (kanan).

Kuasa Usaha Tetap RI, Bapak Artanto Salmoen Wargadinata menyerahkan secara simbolis benih kedelai dari 10 varietas Indonesia hasil penanaman di Region Antsirabe (kiri) dan menjelaskan pembuatan dan manfaat kedelai kepada Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Madagaskar Bapak Ravatomanga Rolland sekaligus merasakan berbagai produk olahan kedelai yang dibuat oleh ibu-ibu KBRI Madagaskar (kanan).

Prof. Sudaryono menyampaikan materi teknologi produksi kedelai di Madagaskar (kiri) dan Dr. Heru Kuswantoro sedang menyampaikan materi perbaikan varietas kedelai di Madagaskar (kanan).

Prof. Sudaryono menyampaikan materi teknologi produksi kedelai di Madagaskar (kiri) dan Dr. Heru Kuswantoro sedang menyampaikan materi perbaikan varietas kedelai di Madagaskar (kanan).

HK/KN