Berita » Workshop Percepatan Akreditasi Laboratorium Lingkup Balitbangtan

Sarana dan prasarana penelitian khususnya laboratorium, merupakan faktor penentu kualitas handal pengembangan ilmu dan teknologi melalui penelitian. Laboratorium harus mampu memberikan jaminan mutu terhadap hasil-hasil penelitian dan pengembangannya, serta mendapatkan pengakuan secara nasional dan internasional melalui proses akreditasi. Hingga tahun 2015, jumlah laboratorium yang telah terakreditasi berjumlah 19 dari 159 laboratorium di lingkup Balitbangtan. Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan lagi untuk memberikan jaminan mutu hasil pengujian.

Workshop percepatan akreditasi laboratorium dilaksanakan pada tanggal 15−17 Juni 2016 di Sentul dan Balittanah Bogor. Peserta workshop terdiri 24 instansi lingkup Balitbangtan. Acara workshop dibuka oleh Sekretaris Balitbangtan (Dr. M. Prama Yufdy, M.Sc.). Dalam arahannya, Beliau menyampaikan tujuan diadakannya workshop adalah memacu percepatan akreditasi laboratorium, penambahan ruang lingkup, memacu laboratorium yang telah terakreditasi untuk menjadi penyelenggara uji profisiensi dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai ISO/IEC 17025:2008.

Pembukaan acara workshop oleh Dr. Prama Yufdy (kiri) dan suasana workshop percepatan akreditasi laboratorium (kanan).

Pembukaan acara workshop oleh Dr. Prama Yufdy (kiri) dan suasana workshop percepatan akreditasi laboratorium (kanan).

Melalui program SMARTD secara bertahap akan dilengkapi fasilitas laboratorium dan meningkatkan kompotensi SDM. Tidak semua UPT akan menerima alat-alat laboratorium yang canggih karena harganya yang mahal, sehingga ada skala prioritas. SMARTD akan melakukan pemetaan di provinsi, sehingga UPT yang berada satu provinsi dengan laboratorium maju/sentral dapat sharing penggunaan alat. Diharapkan laboratorium yang berada di lingkup Balitbangtan dapat menerapkan corporate management. Misalnya: peralatan GCMS dan HPLC akan ada di laboratorium sentral Balitkabi, sehingga Balitjestro dapat mengajukan untuk menganalisis sampel/sharing dengan Balitkabi.

Materi yang diberikan selama workshop antara lain: (1) Keragaan Laboratorium Balitbangtan dan Program Peningkatan Laboratorium (Dr. Asep Nugraha), (2) Sosialisasi dan diskusi mengenai tata cara pendaftaran dan persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2008 (Dandy, M.T-KAN), (3) Audit Internal dan Kaji Ulang Manajemen (Dr. Saptowo J. Pardal), (4) Control Chart (Eviati, S.Si), (5) Validasi Metode dan Estimasi Ketidakpastian Pengukuran (Dr. Evita Boes-LIPI), (6) Laboratory safeguard (PT Smartz safety), (7) Jaminan Mutu Hasil Pengujian (Fajrina, M.P-KAN), dan (8) Laboratorium Provider dan Persyaratannya (Fajrina, M.P-KAN). Selain materi yang disampaikan juga dilakukan praktek audit internal dan kaji ulang manajemen, serta validasi metode dan estimasi ketidakpastian doriumi laborat Balittanah. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, setelah praktikum kemudian masing-masing kelompok membuat laporan dan presentasi.

Satu laboratorium di lingkup Balitbangtan telah berhasil menjadi Lab. Provider sebagai Penyelenggara Uji Profisiensi, yaitu BB-Litvet untuk serum ayam. Pada tahun 2016, Balitbangtan menargetkan 5 UPT untuk percepatan akreditasi laboratorium. Pada tahun 2017, BB-Padi, BB-Litvet, Balittanah, BB-Mektan, BB-Pasca Panen, dan BB-Biogen direncanakan akan menjadi Laboratorium Rujukan.

RTH/LK