Berita » Workshop SL-Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan

Kegiatan workshop SL-Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan terintegrasi Desa Mandiri Benih Padi, Jagung, dan Kedelai dilaksanakan di Aula Puslitbang TP pada tanggal 1−2 Desember 2016, diikuti ±60 peserta, meliputi pendamping dari BPTP, pendamping dari Balai komoditas, serta nara sumber dari Direktorat Perbenihan, BAPPENAS, BBP2TP, dan Balitbangtan.

Workshop dibuka oleh Kepala Balitbangtan, yang diwakili oleh Kabag Perencanaan Balitbangtan, Dr. Ketut Gede Mudiarte. Dalam sambutannya beliau menyampaikan arahan Kepala Balitbangtan bahwa arah kebijakan sektor pertanian yang ditetapkan oleh BAPPENAS mengacu pada RPJM 2012‒2017, yaitu pencapaian swasembada beras.

Benih bermutu berkontribusi terhadap pencapaian swasembada melalui perannya dalam peningkatan produksi nasional. Peningkatan produksi nasional dicapai melalui penggunaan VUB mempunyai provitas lebih tinggi dibandingkan varietas lokal, dan mempunyai keunggulan toleran terhadap cekaman biotik maupun abiotik.

Untuk mempercepat penggunaan VUB secara masif, perlu dukungan diseminasi VUB secara masif pula. Untuk melihat sebaran penggunaan VUB dan ketersediaan benih VUB maka perlu dilakukan penyusunan peta penyebaran VUB dan penangkar benih. BPTP, Balai komoditas dan UPBS diharapkan untuk senantiasa mendukung perbenihan nasional, melakukan perakitan varietas unggul baru spesifik lokasi dengan karakteristik lebih unggul, disertai produksi dan distribusi benih secara masif.

Direktur Perbenihan, Dr. Ibrahim Saragih, M.M., menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya program Desa Mandiri Benih adalah untuk memenuhi kebutuhan benih sendiri di lingkungan bersangkutan.

Pada tahun 2015 telah dibentuk Desa Mandiri Benih sebanyak 998 desa, tahun 2016 sebanyak 138 desa, dan tahun 2017 direncanakan membentuk 200 desa mandiri benih. Selanjutnya, Dr. Enrico Syaefullah, M.Si., dari BBP2TP menyampaikan, benih yang dihasilkan dari LL Desa Mandiri Benih menjadi milik petani yang diharapkan dapat disebarluaskan kepada petani di wilayah tersebut sebagai sarana diseminasi.

Dalam setiap kegiatan LL-Desa Mandiri Benih diharapkan BPTP selalu melibatkan penyuluh setempat. Menurut Dr. A. Sunari dari Bappenas, program Desa Mandiri Benih merupakan Nawacita dari pemerintah saat ini, sehingga harus mendapat dukungan dari seluruh sektor terkait.

Issue utama perbenihan adalah benih menjadi kunci sukses dalam meningkatkan produktivitas. Balitbangtan dan pemulia berperan penting dalam perakitan VUB dan bertugas mentransfer VUB ke penangkar benih. Oleh karena itu, sistem perbenihan nasional perlu dibangun.

Workshop Desa Mandiri Benih dilakukan untuk mensinkronkan program pendampingan Desa Mandiri Benih tahun 2017 antara Puslitbang TP, BBP2TP, BPTP dan Balai komoditas, terkait dengan lokasi dan unit desa mandiri. Workshop ditutup oleh Kapuslitbang TP, yang diwakili oleh Kasi Program dan Evaluasi, Dr. Ir. A.M. Adnan, M.P.

6-12-16

NN/TS