Berita » Workshop Teknik Produksi Benih Kedelai Bagi Petugas UPBS BPTP dan Penangkar Benih

workshop1

Tahun 2014 merupakan tahun yang dicanangkan oleh pemerintah untuk swasembada kedelai. Salah satu hambatan dalam mencapai swasembada adalah kurang tersedianya benih sumber yang ada di petani. Salah satu program Badan litbang untuk mewujudkan swasembada kedelai dengan cara penyediaan benih sumber. Balitkabi yang mempunyai mandat salah satunya adalah kedelai ikut bertanggung jawab terhadap program Badan Litbang. Berdasarkan hal tersebut, Badan Litbang pertanian dan Puslitbangtan dengan pelaksana Balitkabi menyelenggarakan “Workshop Teknik Produksi benih Kedelai bagi petugas UPBS dan Penangkar Benih”. Workshop dilaksanakan di Malang pada tanggal 26-29 November 2013. Jumlah peserta workshop sebanyak 40 orang. Dalam workshop ini Balitkabi mengundang 17 BPTP dan penangkar benih Indonesia yang di daerahnya berpotensi sebagai sumber kedelai. Tujuh belas BPTP dan penangkar benih tersebut berasal dari BPTP NAD, BPTP Sumatera Utara, BPTP Jambi, BTPT Sumatera Barat, BPTP Riau, BPTP Lampung, BPTP Banten, BPTP Jawa Barat, BPTP Jawa Tengah, BPTP DIY, BPTP Jawa Timur, BPTP Bali, BPTP NTB, BPTP Kalimantan Timur, BPTP Kalimantan Selatan, BPTP Sulawesi Selatan, dan BPTP Sulawesi Tenggara. Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo mengucapkan selamat datang kepada para peserta workshop. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa para pengelola UPBS di BPTP dan penangkar yang datang di workshop ini merupakan delegasi propinsi untuk mengembangkan kedelai di propinsi masing-masing dan di Indonesia. Selain hal tersebut, kedatangan peserta juga membantu perputaran ekonomi pada daerahnya masing-masing. Acara workshop dibuka oleh Dr. Ketut I Karyasa Ka. Bidang Kerjasama Penelitian dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Puslitbangtan. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa kedelai merupakan komoditas strategis, akan tetapi kecukupan benih kedelai belum menutup semua kebutuhan petani kedelai dan kualitas benih yang beredar masih jauh dari harapan kita semua. Untuk mencapai hal tersebut perlu membangun sistem perbenihan mandiri yang bisa menyediakan benih sendiri dan tepat waktu atau sering dikenal dengan ‘JABALSIM’. Disisi lain, untuk memperderas penyaluran benih Badan Litbang Pertanian membangun UPBS yang harus bekerjasama dengan penangkar. Dr. Ketut Karyasa mengapresiasi Balitkabi yang telah melaksanakan workshop ini. Dengan workshop ini diharapkan UPBS dapat berjalan di 17 BPTP, dan terjadi hubungan yang lebih baik antara UPBS dan penangkar benih.

Workshop ini diisi dengan pemberian materi di kelas serta praktek lapang. Materi yang diberikan kepada para peserta antara lain varietas unggul kedelai, karakteristik benih kedelai, produksi benih sumber kedelai, masalah hara dan pemupukan spesifik lokasi, identifikasi hama utama kedelai dan cara pengendaliannya, identifikasi penyakit utama kedelai dan cara pengendaliannya, prosesing dan penyimpanan benih, sertifikasi benih, dan perbenihan. Hari berikutnya materi diisi dengan praktek lapang di Balitkabi dan Kebun Percobaan (KP) Kendalpayak. Materi lapang diisi dengan praktek seleksi/roguing, pemurnian tanaman, serta prosesing benih di gudang. Para peserta sangat mengapresiasi workshop yang diadakan Balitkabi ini. Kemauan peserta sangat tinggi guna memajukan UPBS baik di BPTP-nya maupun perbenihan di propinsinya.

Empat hari sudah workshop telah berjalan dan diikuti para peserta dengan baik, dan tibalah saat penutupan. Workshop ditutup oleh Kepala balitkabi Dr. Didik Harnowo yang didampingi oleh Dr. Titik Sundari (sebagai ketua panitia), Ir. Wisnu Unjoyo (KTU Balitkabi), dan Dr. Novita Nugrahaeni (wakil dari narasumber). Dr. Didik Harnowo menyampaikan harapannya dengan pelatihan ini petugas BPTP dan penangkar benih di daerah semakin meningkat ketrampilannya dalam mengelola UPBS di propinsinya sehingga swasembada kedelai bisa tercapai. Tak lupa Beliau menyampaikan bahwa kerjasama yang stategis antara UPBS dan BPTP merupakan kunci utama.

Terima kasih Badan Litbang dan Puslitbangtan yang telah memandatkan pelatihan ini kepada Balitkabi, sehingga Balitkabi akan merasa puas apabila UPBS di BPTP seluruh Indonesia berjalan baik dan benih kedelai pun selalu tersedia.

Mita/EY