Berita » Wujudkan Sidomulyo sebagai Desa Benih Nasional

Dr. Haris Syahbuddin, DEA (Sekretaris Balitbangtan) saat kunjungan ke Sidomulyo, Mojokerto. 2020 (foto: Yuliantoro Baliadi)

Dr. Haris Syahbuddin, DEA (Sekretaris Balitbangtan) saat kunjungan ke Sidomulyo, Mojokerto. 2020 (foto: Yuliantoro Baliadi)

Di penghujung tahun 2020, Dr. Haris Syahbuddin, DEA (Sekretaris Balitbangtan) didampingi oleh Dr. Priatna Sasmita (Kepala Puslitbangtan), Dr. Andi Wijanarko (Kabid PE Puslitbangtan), Asrul Koes, MSi (KaSubid PE Puslitbangtan), Dr. Titik Sundari (Plt. Ka Balitkabi), Dr. Yuliantoro Baliadi (Plh. Ka Balitkabi) serta Ir. Trustinah, M.S (Wadir UPBS Balitkabi), beserta tim peneliti Balitkabi lainnya mengunjungi pertanaman kedelai kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi kegiatan PRN di Jawa Timur, merupakan kerjasama Balitbangtan dengan Kemenristek/BRIN.

Tahun 2020, Balitkabi mendapatkan dana dari Kemenristek/BRIN, salah satunya adalah kegiatan PRN Produksi Benih Kedelai. Dalam sambutannya Dr. Priatna Sasmita menyampaikan bahwa benih merupakan kunci keberhasilan pertanian. Peran benih dalam budi daya kedelai sangat menentukan dan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Dr. Haris mengajak para petani untuk berperan dalam menekan impor kedelai. Salah satu tujuan kegiatan PRN Produksi Benih Kedelai adalah untuk menekan impor. “Korporasi adalah penggerak utama untuk maju bersama,” kata Haris. Hal tersebut sesuai dengan salah satu program utama Kementan pada tahun 2020-2024 yaitu peningkatan produksi tanaman pangan berbasis korporasi, dengan salah satu target produksi benih melalui penelitian dan pengembangan sistem produksi dan distribusi benih sumber.

Keragaan varietas Detap 1 di Sidomulyo, Mojokerto.2020 (Foto : Yuliantoro Baliadi)

Keragaan varietas Detap 1 di Sidomulyo, Mojokerto.2020 (Foto : Yuliantoro Baliadi)

Desa Sidomulyo dipilih karena memiliki potensi penghasil benih kedelai luar biasa. Kelompok Tani Margo Rukun di bawah pimpinan Bakri, sangat antusias melaksanakan kegiatan ini. Bakri mengatakan, tidak salah memilih lokasi Desa Bangsal. Dengan rata-rata hasil kedelai sekitar 2,2 t/ha hingga 2,5 t/ha. Haris optimis Desa Bangsal dapat dijadikan contoh untuk sentra kedelai lain. “Mari kita wujudkan Desa Sidomulyo menjadi Desa Benih Nasional,” ajak Haris kepada anggota kelompok tani Margo Rukun dan disambut dengan teriakan semangat dari para petani.

mojokerto3

Suasana kunjungan tim monev PRN pada pertanaman penelitian kedelai Sidomulyo, Mojokerto. 2020 (foto : Yuliantoro Baliadi)

Suasana kunjungan tim monev PRN pada pertanaman penelitian kedelai Sidomulyo, Mojokerto. 2020 (foto : Yuliantoro Baliadi)

KN