Info Teknologi » Biopestisida untuk Go Organik

go-organik3

Go Organik sedang gencar digalakkan. Ikutannya, bahan alami akan dominan. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap pengurangan dan pembatasan penggunaan pestisida kimia di dunia pertanian. Karena penggunaan pestisida yang berlebihan akan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan . Sadar akan hal itu, para peneliti hama penyakit Balitkabi mengadakan sosialisasi produk Biopestisida. Sosialisasi dilaksanakan di Balai Proteksi Tanaman Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 2-3 Oktober 2011. Dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan tiga produk biopestisida rakitan Balitkabi, yaitu Bio-Lec, Vir-Gra, dan Mika. Bio-Lec efektif untuk mengendalikan hama pengisap polong kedelai serta mampu menggagalkan penetasan telur serangga hama, mampu menghalau peletakan telur kutu kebul. Itulah sederet keunggulan Bio-Lec yang disampaikan oleh penemunya, Dr. Yusmani Prayogo. Selain itu” Bio-Lec lebih aman untuk lingkungan karena tidak membahayakan serangga predator, ternak, manusia, dan tidak mencemari sumber air” lanjut Dr Yusmani. Sementara itu Drs. Bedjo M.P., memaparkan keunggulan Vir-Gra. ”Vir-Gra merupakan virus entomopatogen yang efektif untuk mengendalikan ulat grayak, ulat penggulung daun, ulat jengkal, dan mampu mematikan larva penggerek polong”, kata Pak Bedjo, yang menemukan Vir-Gra. ”Mika merupakan minyak cengkeh yang efektif untuk mengendalikan penyakit karat kedelai” ungkap Ir. Sumartini, MS (penemu Mika). Selain itu, beliau juga menjelaskan Mika mengandung senyawa eugenol yang efektif untuk mengendalikan penyakit karat kacang tanah dan kacang hijau. Sasaran dari sosialisasi ini adalah petugas POPT dan praktisi laboratorium PHPT se-DIY. Lebih dari 50 orang petugas POPT dan praktisi laboratorium menghadiri sosialisai ini. Hasil akhir dari sosialisasi ini adalah petugas POPT dapat menyebarluaskan hasil sosialisasi ini kepada masyarakat, khususnya petani. Targetnya adalah terjadi penekanan penggunaan pestisida kimia pada petani sehingga Go Organik dapat terlaksana. Semakin banyaknya biopestisida semakin besar pencapaian Go Organik.

Petugas POPT dan praktisi laboratorium PHPT saat menerima materi dari peneliti hama penyakit Balitkabi