Info Teknologi » Budesari Kedelai-Jagung Tingkatkan Pendapatan Petani

Jagung Monokultur Tuban MT 2019

Jagung Monokultur Tuban MT 2019

Sasaran utama pembangunan pertanian ke depan adalah meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, diantaranya dengan peningkatan produksi jagung dan kedelai nasional. Respon petani untuk bertanam jagung dalam lima tahun terakhir cukup baik, sehingga produksinya terus meningkat serta dapat mencapai swasembada. Cara tanam jagung yang diterapkan petani umumnya monokultur dengan jarak tanam 80 cm x 40 cm, 2 tanaman/lubang, atau 80 cm x 20 cm satu tanaman/lubang dengan populasi sekitar 62.500 tanaman/ha. Dengan cara tanam tersebut, produktivitas tanaman jagung petani berkisar antara 5,5 hingga 8,5 t/ha biji kering dengan perolehan keuntungan antara Rp13.900.000,- hingga Rp24.500.000,00 per hektar.

Jagung baris ganda + Kedelai Tuban MT 2019

Jagung baris ganda + Kedelai Tuban MT 2019

Dengan Budesari atau budi daya tumpangsari, keuntungan tersebut sebenarnya masih dapat ditingkatkan dengan menanam jagung tumpangsari dengan kedelai. Dengan penataan tanaman jagung yang baik, yakni tanam baris ganda (40 x 20) cm x 200 cm satu tanaman/lubang (populasi tetap sekitar 62.500 tanaman/ha), di antara lorong baris ganda tanaman jagung masih dapat ditanami 5 baris kedelai dengan jarak tanam 30 cm x 15 cm atau populasi tanaman kedelai mencapai sekitar 62% dari monokultur. Dengan tumpangsari model seperti ini, petani bisa mendapatkan hasil jagung 4,8 – 8,2 t/ha dan kedelai 0,8 – 1,3 t/ha, dengan keuntungan meningkatkan menjadi 16,4 – 25,5 juta rupiah/ha. Rentang produktivitas jagung dan kedelai tersebut cukup besar karena bergantung pada jenis varietas jagung dan kedelai yang digunakan. Semakin subur tanaman jagung yang ditumpangsarikan, hasil kedelai semakin rendah karena efek naungan. Pada tingkat naungan jagung 40–60%, varietas kedelai Dega 1 atau Argomulyo (umur pendek) mampu tumbuh dan memberikan hasil lebih baik dibanding varietas yang berumur lebih panjang.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari budi daya tumpangsari ini diantaranya adalah :
(1) Produktivitas lahan meningkat, karena dalam musim tanam yang sama dapat dilakukan panen lebih dari satu kali, (2) Hemat biaya pengolahan tanah dan perawatan tanaman, (3) Menekan resiko kerugian akibat gagal panen, (4) Mendapatkan keuntungan lebih tinggi, karena setiap tanaman memiliki nilai jual yang berbeda.
Arief Harsono