Info Teknologi » Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Efektif Mengendalikan Hama Penggerek Umbi (Cylas formicarius fabr.) pada Ubi Jalar

beauveria1

Hama penggerek umbi (Cylas formicarius) merupakan hama utama yang dapat mengurangi kualitas dan kuantitas umbi ubi jalar. Pemanfaatan cendawan entomopatogen merupakan salah satu komponen pengendalian hama terpadu (PHT). Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yang efektif mengendalikan hama dari ordo Coleoptera. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan frekuensi dan cara aplikasi cendawan entomopatogen B. bassiana yang efektif. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Hasil penelitian menunjukkan semakin sering aplikasi cendawan, tingkat kerusakan umbi, populasi telur, larva, dan imago semakin rendah, sedangkan perlakuan pra tanam (aplikasi seminggu sebelum tanam dan stek dicelupkan pada suspensi cendawan sebelum tanam tidak berpengaruh terhadap tingkat kerusakan umbi, populasi telur, larva, dan imago (Gambar 1). Oleh karena itu, untuk menekan kerusakan umbi akibat serangan penggerek umbi dapat dilakukan dengan aplikasi cendawan B. bassiana dengan cara menyemprotkan ke permukaan tanah dan bagian tanaman. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, frekuensi aplikasi dilakukan paling tidak empat kali, atau diaplikasikan mulai umur enam minggu setelah tanam (MST) pada saat calon umbi sudah terbentuk (Gambar 2, 3).

Gambar 1 Populasi telur, larva, pupa, dan imago penggerek umbi pada beberapa cara dan frekuensi aplikasi cendawan B. bassiana di rumah kaca Balitkabi.

Keterangan perlakuan:

  1. Aplikasi (penyemprotan) suspensi konidia B. bassiana 108/ml satu minggu sebelum tanam
  2. Stek ubi jalar dicelupkan suspensi konidia B. bassiana selama 30 menit
  3. Perlakuan 1 + perlakuan 2
  4. Perlakuan 1 + perlakuan 2 + aplikasi 10 ml suspensi per pot ke tanah pada umur 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 minggu setelah tanam (MST)
  5. Perlakuan 2 + aplikasi ke tanah pada 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 MST
  6. Perlakuan 1 + perlakuan 2 + aplikasi ke tanah pada umur 4, 6, 8, 10, dan 12 MST
  7. Perlakuan 1 + perlakuan 2 + aplikasi ke tanah pada umur 4, 8, 12 MST
  8. Perlakuan 1 + perlakuan 2 + aplikasi ke tanah pada umur 4 dan 8 MST
  9. Perlakuan 1 + perlakuan 2 + aplikasi ke tanah pada umur 4 MST
  10. Perlakuan 1 + perlakuan 2 + aplikasi ke tanah pada umur 8 MST
  11. Proteksi penuh dengan insektisida (bahan aktif Karbofuran)
  12. Kontrol (tanpa pengendalian)

Gambar 2. Intensitas serangan penggerek umbi pada beberapa cara dan frekuensi aplikasi cendawan B. bassiana di rumah kaca Balitkabi. Keterangan perlakuan sama dengan Gambar 1.

Gambar 3 Intensitas kerusakan tertinggi lebih dari 80% pada kontrol (A), tingkat kerusakan pada perlakuan pratanam (B), dan tingkat kerusakan terendah pada perlakuan aplikasi cendawan enam kali (C).

Disarikan dari naskah “Pengaruh Frekuensi dan Cara Aplikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Terhadap Tingkat Serangan Hama Penggerek Umbi (Cylas formicarius Fabr.) pada Ubi Jalar (Ipomea batatas)”. Ditulis oleh Tantawizal, SP dan Dr. Yusmani Prayogo, M.Si.

Disarikan dan diedit oleh Eriyanto Yusnawan, PhD.