Info Teknologi » Dering 1, Varietas Kedelai Toleran Kekeringan pada Fase Reproduktif

1-aaadering1_ina3

Cekaman kekeringan selama fase reproduktif, mengakibatkan hasil kedelai menurun lebih dari 40%. Padahal, pertanaman kedelai di Indonesia sebagian besar (65%) di tanam di lahan sawah pada musim kemarau kesatu (MK I) dengan pola tanam padi-kedelai-kedelai atau musim kemarau kedua (MK II) dengan pola tanam padi-padi-kedelai. Pada kondisi demikian, budidaya kedelai seringkali dihadapkan pada risiko kekeringan. Akibatnya terjadi kekhawatiran terjadi gagal panen, terutama pada kedelai yang di tanam pada MK II rentan terhadap kekurangan air pada fase reproduktif.

Kondisi kering pada masa pembungaan menyebabkan bunga dan polong muda rontok serta mengurangi jumlah polong dan ukuran biji. Sementara pada fase pengisian biji tidak terbentuk sempurna, berakibat biji kedelai lebih kecil dan bobot kering biji rendah. “Itu akibat pengisian biji lebih singkat, kematangan lebih cepat, serta daun gugur lebih awal yang berpengaruh pada metabolisme tanaman. Oleh karena itu kekeringan menurunkan produksi hingga 40% bahkan lebih.

Untuk mengantisipasi kekeringan bisa dikembangkan varietas unggul yang lebih adaptif, bisa varietas berumur genjah atau yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Alternatif kedua itulah yang dikembangkan oleh peneliti di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang yang terdiri dari Ir. Suhartina, MP, Purwantoro, SP., Dr. Novita Nugrahaeni, dan Ir. Abdullah Taufiq, MP. yang berhasil merakit varietas unggul kedelai toleran kekeringan selama fase reproduktif. Melalui proses seleksi bertahap dan lingkungan seleksi yang sesuai, pada bulan September 2012 Menteri Pertanian telah melepas secara resmi varietas kedelai pertama di Indonesia yang berkarakteristik utama toleran kekeringan dan diberi nama DERING 1 (DE = kedelai, RING = toleran kekeringan). DERING 1 merupakan hasil persilangan tunggal antara varietas unggul Davros dengan MLG 2984 (aksesi plasma nutfah toleran kekeringan). Dengan pelepasan varietas DERING 1 ini akan menambah koleksi varietas unggul menjadi 74 varietas, sekaligus memberikan solusi terhadap risiko kekeringan pada tanaman kedelai yang ditanam pada MK II sekitar bulan Juni/Juli.

Keunggulan DERING 1 adalah memiliki potensi hasil tinggi hingga 2,8 t/ha dan toleran kekeringan hingga kandungan air 30% dari air tersedia. Potensi hasil tinggi dan toleran kekeringan berkaitan dengan: (1) postur tanaman yang tinggi, (2) jumlah daun banyak dan luas, dan (3) perakaran banyak dan kemampuan menyerap air tinggi (Gambar 1).

Gambar 1.	Keragaan pertumbuhan tanaman dan perakaran kedelai varietas Dering 1 (Galur DV/2984-330) pada tiga lengas tanah yang berbeda (100%, 50%, dan 30% kandungan lengas tanah tersedia). Rumah Kaca Balitkabi, MK 2011.




DERING 1 mampu beradaptasi dan tumbuh baik setinggi 57 cm dalam kondisi tercekam kekeringan selam fase reproduktif, jumlah polong per tanaman sekitar 38 polong, dengan kandungan protein 34,2%, kandungan lemak 17,1%, umur masaknya 81 hari, dan ukuran bijinya 10,7 g/100 biji (Gambar 2). Karakteristik lainnya adalah tahan rebah, tahan penyakit karat daun Phakopsora pachyrhizi, tahan hama pengisap polong Riptortus linearis, dan tahan hama penggerek polong Etiella zinckenella.

Gambar 2. Keragaan polong dan biji kedelai varietas Daring 1 pada kondisi tercekam kekeringan selama fase reproduktif.

DERING 1 prospektif dikembangkan di lahan sawah bekas tanaman padi pada MK II atau sentra produksi kedelai dengan ketersediaan air terbatas. Untuk mendukung pengembangan DERING 1, pada bulan Mei 2013 tersedia Benih Penjenis (BS) sebanyak 500 kg, dan pada akhir 2013 akan tersedia 12 ton Benih FS yang berpeluang dikembangkan menjadi Benih Pokok (SS) seluas 300 ha. DERING 1 membuka peluang lebar bagi petani dalam mengembangkan budidaya kedelai di musim kemarau, bahkan pada kondisi sangat kering sekalipun

DERING 1 ini mampu menjawab risiko kekeringan terhadap kedelai yang ditanam pada musim kemarau, sekaligus untuk mengusahakan peningkatan produktivitas dan mempercepat swasembada kedelai.

Ditulis oleh Suhartina

Gambar 1. Keragaan pertumbuhan tanaman dan perakaran kedelai varietas Dering 1 (Galur DV/2984-330) pada tiga lengas tanah yang berbeda (100%, 50%, dan 30% kandungan lengas tanah tersedia). Rumah Kaca Balitkabi, MK 2011.