Info Teknologi ยป Dering 2 dan Dering 3, VUB Kedelai Toleran Kekeringan, Biji Besar dan Umur Genjah

Dering 2 (kiri) dan Dering 3 (kanan)

Dering 2 (kiri) dan Dering 3 (kanan)

Lahan sawah merupakan agroekosistem utama produksi kedelai di Indonesia. Pada lahan sawah, kedelai ditanam setelah padi pada MK I dan MK II dengan pola tanam padi-padi-kedelai atau padi-kedelai-kedelai. Tanaman kedelai yang ditanam dalam pola-pola tanam tersebut menghadapi risiko penurunan hasil atau bahkan gagal panen karena faktor kekeringan. Sebagai antisipasi terhadap masalah kekeringan, diperlukan varietas unggul yang lebih adaptif dan toleran terhadap kekeringan.

Varietas toleran kekeringan merupakan komponen teknologi strategis untuk memanfaatkan lahan kering yang tersedia sekitar 111 juta ha menurut Irsal Las et al. (2017). Penggunaan varietas unggul toleran kekeringan pada lahan dengan keterbatasan air berpeluang besar bagi meningkatkan produksi kedelai di Indonesia.

Varietas unggul kedelai toleran kekeringan yang telah ada saat ini, yaitu Dering 1, berumur sedang (81 hari) dan berukuran biji sedang (10,7 g/100 biji). Dering 1 yang dilepas tahun 2012 hingga saat ini telah banyak diminati petani dari berbagai wilayah seperti Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Petani menginginkan perbaikan karakter Dering 1, karena di lahan sawah dinilai umurnya masih terlalu panjang dan bijinya kurang besar. Demikian pula dari hasil studi preferensi konsumen kedelai (petani dan produsen tempe) lebih menyukai varietas dengan hasil tinggi, berumur genjah, dan berbiji besar (Krisdiana 2005; Ginting et al. 2009). Oleh karena itu, para pemulia kedelai dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Badan Litbang Pertanian yang terdiri dari Ir. Suhartina, M.P., Purwantoro, S.P., Dr. Novita Nugrahaeni, Dr. Gatut Wahyu A.S., dan Dr. Titik Sundari, tertantang untuk menghasilkan varietas kedelai yang tidak hanya toleran kekeringan, tetapi juga berumur genjah dan berbiji besar.

Perbaikan varietas Dering 1 dilakukan melalui persilangan antara varietas tersebut dengan varietas unggul yang berumur genjah dan berukuran biji besar. Selain itu, untuk memperluas keragaman populasi juga dilakukan persilangan antara genotipe toleran kekeringan Arg/GCP-335 dengan varietas unggul berumur genjah dan berbiji besar. Dalam proses perakitan varietas unggul tersebut, digunakan varietas Dering 1 sebagai pembanding toleran kekeringan, dan varietas Grobogan sebagai pembanding umur genjah dan biji besar. Hasil kegiatan persilangan tersebut menghasilkan galur-galur unggul sebagai bahan uji daya hasil pendahuluan dan lanjutan pada tahun 2015-2016 sebanyak 13 galur harapan.

Pengujian dilanjutkan dalam uji adaptasi pada musim kemarau II 2017 (MK II 2017). Akhir pengujian didapatkan dua galur harapan (GH) yang konsisten toleran terhadap cekaman kekeringan selama fase reproduktif, yaitu galur AB-157-41-22 dan DM-122-35-17.

Galur AB-157-41-22 merupakan zuriat silang tunggal antara galur toleran kekeringan Arg/GCP-335 (MLGG 1154) dengan varietas Baluran (MLGG 1085). Galur DM-122-35-17 merupakan zuriat silang tunggal antara varietas Dering 1 dengan Malabar (MLGG 1063).

Galur AB-157-41-22 mempunyai rata-rata hasil biji 2,49 t/ha dengan potensi hasil 3,32 t/ha, umur masak 76 hari (berumur genjah), dan berukuran 14,8 g/100 biji (biji besar). Galur tersebut mempunyai rata-rata hasil 17,5% lebih tinggi dan ukuran biji 33,3% lebih besar dibandingkan dengan varietas Dering 1. Umur masak masih tergolong genjah meskipun lebih panjang tiga (3) hari dari varietas Grobogan.

Galur DM-122-35-17 mempunyai rata-rata hasil biji 2,42 t/ha, potensi hasil 2,99 t/ha, umur masak 70 hari (genjah), dan ukuran biji 13,9 g/100 biji (biji besar). Galur tersebut mempunyai rata-rata hasil 12,4% lebih tinggi dan ukuran biji 25,2% lebih besar dari varietas Dering 1, serta umur masak enam (6) hari lebih genjah dari varietas Dering 1 dan tiga (3) hari lebih genjah dari varietas Grobogan.

Hasil sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan, pada tanggal 27 Juni 2019, telah menyetujui untuk merilis galur AB-157-41-22 dengan nama Dering 2 dan DM-122-35-17 dengan nama Dering 3 menjadi varietas unggul baru kedelai toleran kekeringan selama fase reproduktif.

Bunga, polong, dan biji galur AB-157-41-22 (Dering 2)

Bunga, polong, dan biji galur AB-157-41-22 (Dering 2)

Bunga, polong, dan biji galur DM-122-35-17 (Dering 3)

Bunga, polong, dan biji galur DM-122-35-17 (Dering 3)

Suhartina