Info Teknologi » Duo VUB Kedelai Adaptif Lahan Masam : Siap dikembangkan

masam1 maam2
masam3 masam4
Varietas Demas 2 dan Demas 3

Lahan masam di Indonesia sangat luas dan potensial untuk pengembangan kedelai. Lahan kering masam sekitar 108,8 juta hektar, dengan potensi terluas terdapat di Pulau Kalimantan (41,3 juta hektar), Sumatera (28,4 juta hektar), Papua dan Maluku (21 juta hektar), serta Pulau Bali dan NTT (220 ribu hektar). Pengembangan kedelai di lahan masam menghadapi beberapa kendala diantaranya masalah  keharaan tanah yaitu tingkat kesuburan yang rendah karena pH tanah dan kandungan bahan organik rendah, kahat unsur P, K, Ca, dan Mg serta kadar  Al-dd, Fe, dan Mn yang tinggi berpotensi meracuni tanaman. Selain itu musim tanam dan kurangnya tenaga kerja juga menjadi kendala pengembangan budi daya kedelai di lahan masam.

Upaya optimalisasi lahan masam untuk kedelai selain perbaikan kesuburan tanahnya juga  melalui penyediaan varietas kedelai adaptif pada agroekosistem tersebut (lahan masam) sekaligus memenuhi preferensi pengguna tehadap ukuran biji dan umur masak kedelai.  Pada 30 April 2020 melalui Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 719/HK.540/C/04/2020 dan Nomor 720/HK.540/C/04/2020, dua produk riset Balitbangtan berupa varietas unggul baru (VUB) kedelai, yakni Demas 2 dan Demas 3, disetujui dilepas dan siap dikembangkan. Kedua varietas tersebut merupakan varietas kedelai adaptif lahan masam dengan perbaikan beberapa karakter dari varietas kedelai adaptif lahan masam yang telah dilepas periode sebelumnya (Demas 1).

Karakteristik Demas 2

Varietas Demas 2 merupakan hasil seleksi persilangan dari G511H dengan Anjasmoro. Uji adaptasi yang dilakukan pada lahan kering masam di Lampung dan Kalimantan Selatan mendapatkan rata-rata hasil biji dari Demas 2 sebesar 2,79 t/ha, memberikan peningkatan hasil sebesar 19% dibandingkan dengan Demas 1, atau sebesar 25% dibandingkan dengan hasil biji Anjasmoro (Gambar 1).

Keunggulan karakter agronomi dari Demas 2 adalah memiliki ukuran biji besar (14,99 g/100 biji) dan umur masaknya tergolong genjah sekitar 77 hari (Gambar 2 dan 3). Nilai gizinya berupa kandungan protein adalah 37,53% dan kandungan lemaknya mencapai 19,72% (Gambar 4 dan 5). Kelemahan dari Demas 2 adalah peka terhadap pecah polong dan juga peka terhadap penyakit virus daun.

Gambar 1. Hasil biji Demas 2, Demas 3, serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 1. Hasil biji Demas 2, Demas 3, serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 2. Ukuran biji Demas 2 dan Demas 3 serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 2. Ukuran biji Demas 2 dan Demas 3 serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 3. Umur masak Demas 2 dan Demas 3 serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 3. Umur masak Demas 2 dan Demas 3 serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 4. Kandungan protein Demas 2 dan Demas 3, serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 4. Kandungan protein Demas 2 dan Demas 3, serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 5. Kandungan lemak Demas 2 dan Demas 3, serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Gambar 5. Kandungan lemak Demas 2 dan Demas 3, serta varietas pembanding Demas 1 dan Anjasmoro

Karakteristik Demas 3

Salah satu kendala pengembangan kedelai di lahan masam adalah keterbatasan tenaga kerja, khususnya pada saat panen, sehingga menyebabkan terhadap terjadinya kehilangan hasil karena pecah polong sebelum dipanen. Tersedianya varietas kedelai tahan pecah polong memberikan solusi terhadap dilakukannya penundaan panen hingga beberapa hari setelah tanaman telah masak disesuaikan dengan ketersediaan tenaga kerja.

Demas 3 dirakit dengan menggunakan tetua G511H dan Anjasmoro dan untuk menghasilkan Demas 3 dilakukan silang balik hingga dua kali dengan tetua G511H. Rata-rata hasil biji yang diperoleh dari uji adaptasi yang dilakukan di sentra kedelai lahan kering masam di Lampung dan Kalimantan Selatan adalah sebesar 2,66 t/ha. Karakter agronomi yang dimiliki Demas 3 adalah ukuran bijinya besar (14,44 g/100 biji), umur masaknya tergolong genjah (76 hari), kandungan proteinnya mencapai 37,20% dan lemaknya adalah 17,71% (Gambar 1 hingga 5).

Keunggulan lain dari Demas 3 adalah tahan terhadap pecah polong. Pada kondisi kering, Demas 3 di lapang masih memungkinkan untuk dilakukan penundaan panen hingga 10 hari.

Dilepasnya Demas 2 dan Demas 3 akan memberikan pilihan ke petani untuk pengembangan kedelai di lahan kering masam.

M. Muchlish Adie