Info Teknologi ยป Galur Harapan Baru Kacang Tanah Tahan Penyakit Bercak, Karat, dan Layu Bakteri

galur galur2
Keragaan individu saat panen, galur harapan kacang tanah GH2 (kiri) dan GH10 (kanan)

tahan penyakit bercak, karat, dan layu bakteri

Di Indonesia kacang tanah diusahakan di banyak ragam agroekosistem seperti lahan sawah (musim tanam ke-3), lahan tadah hujan (musim tanam ke-1 atau 2), dan lahan kering (musim tanam ke-1). Produksi rata-rata nasional 1,2 t/ha polong kering, dengan pemanfaatan bijinya sebagian besar untuk bahan pangan.

Kendala biotik terbesar budi daya kacang tanah adalah penyakit layu bakteri, (Ralstonia solanacearum), disamping penyakit bercak/karat daun. Tingkat kehilangan hasil dapat mencapai lebih dari 60% pada varietas rentan dengan tingkat infeksi yang berat. Gejala awal infeksi penyakit layu bakteri mulai diketahui sekitar 2-3 minggu setelah tanam dengan terlihatnya satu atau dua daun mulai layu, dan pada tingkat infeksi lanjut satu per satu tanaman lunglai, pucuk mengering kemudian mati.

Bakteri layu cukup sulit dikendalikan. Bakteri penyebab penyakit layu ini bersifat aerob, berukuran sekitar 0,5-1,5 mikron, hidup pada kisaran suhu cukup lebar yakni 25-350 C, dapat tersebar melalui tanah, air irigasi, atau biji yang terinfeksi. Penyakit layu bakteri terasa semakin penting serta sulit dikendalikan karena memiliki banyak inang seperti tanaman tomat dan cabe. Pengendalian efektif sampai saat ini masih menggunakan varietas tahan.

Produktivitas dan Keragaan Agronomis

Dua galur harapan baru yaitu GH2 dan GH10 yang merupakan hasil penelitian tim Balitkabi memiliki keunggulan hasil yang tinggi (4,5-4,9 t/ha polong kering), stabil, tahan terhadap penyakit layu bakteri, sekaligus tahan penyakit bercak dan karat daun. Dengan karakteristik demikian galur atau calon varietas unggul baru (VUB) diharapkan dapat memperluas wilayah pengembangan ke daerah sentra produksi kacang tanah yang kebanyakan endemik penyakit layu seperti daerah Pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur maupun daerah lain yang tidak endemik layu bakteri.

Kedua galur harapan dengan karakteristik polong dan biji kulit ari biji berwarna merah muda (rose), biji berukuran sedang, dengan dua-tiga biji/polong, guratan kulit polong sedang, menjadi persyaratan karakteristik polong kacang tanah yang diinginkan industri kacang garing. Galur GH2 dan GH10 mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan suboptimal hingga optimal, termasuk tipe Spanish (dua biji setiap polong) dengan umur masak sekitar 90-100 hari.

Galur harapan GH2 dan GH10 juga memiliki kemampuan menghasilkan bahan biomassa cukup tinggi, dengan ketahanannya yang baik terhadap penyakit bercak dan karat daun memungkinkan hingga saat panen masih diperoleh brangkasan segar untuk pakan hijauan ternak. Galur GH2 mampu menghasilkan brangkasan hingga 237g/tanaman atau setara 47 t/ha dan GH10 dengan berat brangkasan segar 245 g/tanaman atau setara 49 t/ha dapat menjadi sumber pakan ternak maupun bahan kompos.

Berdasarkan karakteristik agronomi, ketahanan terhadap penyakit serta fisikokimia biji, kedua galur harapan kacang tanah GH2 dan GH 10 ini layak dipilih menjadi kandidat calon varietas unggul baru kacang tanah berdaya hasil tinggi, tahan penyakit bercak, karat, dan layu bakteri karena setara atau lebih tinggi dibandingkan dua varietas pembandingnya (Katana1 dan Hypoma1). Secara lengkap karakteristik kedua galur harapan seperti terangkum pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Tabel 1. Karakteristik agronomi, kimia biji, dan ketahanan terhadap penyakit dua galur harapan kacang tanah GH2 dan GH 10 serta varietas pembanding Katana1 dan Hypoma1
Peubah Galur Harapan Varietas Pembanding
GH2

(LG5/BK1-B13-240-75)

GH10

(BK1/LG5-B13-37-64)

Katana 1 Hypoma 1
Hasil Polong Kering

(t/ha)

 

4,9

(rata-rata 4,2)

4,5

(rata-rata 4,1)

4,5 4,1
Kadar Protein Biji

(%B/K)

25,10 25,47 27,17 25,52
Kadar Lemak Biji

(%)

48,58 45,46 47,16 43,05
Ketahanan Layu Bakteri Tahan Tahan Agak tahan Tahan
Ketahanan Penyakit Karat Sangat Tahan Sangat Tahan Tahan Agak Tahan
Ketahanan bercak daun Sangat tahan Sangat Tahan Tahan Agak tahan
Umur masak

(hst)

96 99 93 92
Tabel 2. Keragaan morfologi polong dan biji galur harapan GH2 dan GH10
Morfologi Tanaman GH2 GH10
Bentuk dan warna polong

Warna polong tua GH2 dan GH10 coklat muda cerah. Bentuk polong GH2 agak langsing dibandingkan GH10. Keduanya tergolong tipe Spanish

galur3 galur4
Jumlah biji/polong

GH2 dan GH10 memiliki 2 biji/polong. Ukuran biji GH2 (64, 4 g/100 biji) dan GH10 (56,3 g/100 biji).

galur5 galur6
Guratan kulit/keberadaan paruh/pinggang

Guratan kulit polong GH2 dan GH10 termasuk sedang (tidak halus dan tidak kasar), tegas, dan tidak terlalu dalam. Kedalaman pinggang termasuk dangkal/agak berpinggang. Keberadaan paruh polong kedua galur termasuk kecil/pendek.

galur7 galur8
Bentuk/warna/ukuran biji.

Bangun biji GH2 dan GH10 agak oval, keduanya hampir mirip.

Warna kulit ari biji GH2 agak lebih cerah dibanding GH10, keduanya berwarna merah muda (rose).

Ukuran biji GH2 lebih besar dari GH10

galur9 galur10

Joko Purnomo dan A.A.Rahmianna