Info Teknologi » Grader Benih Kedelai (GBK-11) Mendukung Sistem Produksi Benih di Tingkat Penangkar

Sortasi benih kedelai secara manual (menampi dan menyilir searah hembusan angin) membutuhkan waktu lama dan mahal. Biaya sortasi benih kedelai sekitar Rp 550/kg dengan kapasitas 40 kg/hari tenaga wanita. Untuk tujuan konsumsi biaya sortasi biji kedelai sekitar Rp 150/kg.

Untuk meningkatkan kapasitas sortasi dan mutu benih kedelai dapat menggunakan mesin sortasi benih kedelai tipe saringan lonjong model Balitkabi (GBK-11) (Tastra et al. 2011). Kapasitas alat sortasi benih kedelai dengan menggunakan tipe saringan lonjong mencapai 300-500 kg/jam. Kelas mutu benih dengan tipe saringan lonjong lebih banyak dibandingkan dengan tipe saringan bulat. Harga alat Rp 16 juta/unit, secara finansial Grader Balitkabi masih mempunyai prospek cukup besar diterapkan di tingkat penangkar benih kedelai, dengan biaya pokok pengoperasian alat (BP) sebesar Rp 54/kg, titik impas (BEP) sebesar 107 t/tahun, waktu pengembalian modal (PBP) selama 7,2 bulan, nilai keuntungan (NPV) selama lima tahun umur ekonomis alat sebesar Rp 64,9 juta, nisbah keuntungan dengan biaya (B/C) sebesar 1,59 dan tingkat pengembalian modal (IRR) sebesar 179,7 %. Disamping itu, GBK-11 juga mempunyai prospek diterapkan dalam bentuk penjualan jasa penyortiran, agar benih/biji kedelai yang dihasilkan petani mutunya sama dengan mutu kedelai impor utamanya dari keseragaman ukuran (diameter) benih/biji. GBK-11 telah diajukan permohanan patennya dengan nomor S00201200065.

Keunggulan GBK-11:

1. Mutu Sortasi benih meningkat dibanding memakai saringan bulat.

2. Daya berkecambah benih memenuhi standar mutu benih sebar.

3. Secara finansial lebih menguntungkan dibandingkan dengan grader lokal.

Tastra, I.K.; Uning Budiharti, dan N. R. Patriyawaty. 2011. Rekayasa dan uji kinerja inovasi Grader benih kedelai tipe saringan lonjong. Makalah disajikan pada “ Seminar Hasil Akhir Penelitian Mekanisasi Pertanian Koordinatif Lintas Puslit/Balit/BPTP”. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. Serpong, 20-21 2011. 24 hal.

Diedit oleh Eriyanto Yusnawan