Info Teknologi Ā» Hama Pengisap Polong Riptortus linearis pada Tanaman Kedelai dan Cara Pengendaliannya

rip

Di Indonesia, hama pengisap polong kedelai Riptortus linearis dapat menimbulkan kerusakan yang dicirikan dengan polong menjadi kempis tidak berbiji dan menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Kehilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 80% bahkan puso apabila tidak ada tindakan pengendalian. Sebaran hama ini terdapat hampir di seluruh provinsi dan merupakan salah satu hama utama di daerah sentra produksi kedelai. Kepik polong dewasa mirip dengan walang sangit, berwarna kuning coklat dengan garis putih kekuningan di sepanjang sisi badannya. Kepik betina dan jantan dapat dibedakan dari perutnya. Perut kepik betina membesar dan kembung pada bagian tengahnya, sedangkan perut kepik jantan lurus dan ramping. Panjang tubuh kepik betina 13-14 mm dan yang jantan 11-13 mm. Telur diletakkan berkelompok pada permukaan atas atau bawah daun serta pada polong, berderet 3-5 butir. Telur berbentuk bulat dengan bagian tengah agak cekung, berdiameter 1,2 mm. Telur berwarna biru keabu-abuan kemudian berubah menjadi coklat suram. Setelah 6-7 hari, telur menetas dan keluar kepik muda (nimfa). Dalam perkembangannya, kepik muda mengalami lima kali pergantian kulit. Tiap perganĀ­tian kulit terdapat perbedaan bentuk, warna, ukuran dan umurnya. Kepik muda mirip semut hitam. Rata-rata panjang tubuh nimfa pertama sampai kelima berturut-turut adalah 2,6 mm; 4,2 mm, 6,0 mm; 7,0 mm, dan 9,9 mm. Di Nusa Tenggara Barat ditemukan jenis Riptortus yang lain, kadang-kadang populasinya bercampur dengan Riptortus linearis. Garis kuning yang terdapat pada badannya tidak memanjang sepanjang badannya, tetapi terputus oleh adanya warna putih pada satu segmen antenanya.Kepik muda dan dewasa mengisap cairan polong dan biji. Cara menyerangnya dengan menusukkan stilet pada kulit polong dan terus ke biji kemudian mengisap cairan biji. Serangan yang terjadi pada fase perkembangan biji dan pertumbuhan polong menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering dan polong gugur. Selain kedelai, kepik polong juga menyerang Tephrosia spp., Acacia villosa, dadap, Desmodium, Solanaceae, Convolvulaceae, Crotalaria, kacang panjang, dan kacang hijau.
Pengendalian hama pengisap polong pada tanaman kedelai berlandaskan strategi penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Strategi PHT adalah mendukung secara kompatibel semua teknik atau metode pengendalian hama didasarkan pada asas ekologi dan ekonomi. Prinsip operasional yang digunakan dalam PHT adalah: (1) Budidaya tanaman sehat, tanaman yang sehat mempunyai ketahanan ekologi yang tinggi terhadap gangguan hama. Untuk itu penggunaan paket-paket teknologi produksi dalam praktek-praktek agronomis yang dilaksanakan harus diarahkan kepada terwujudnya tanaman yang sehat; (2) Pelestarian musuh alami, musuh alami (parasit, predator dan patogen serangga) merupakan faktor pengendali hama penting yang perlu dilestarikan dan dikelola agar mampu berperan secara maksimum dalam pengaturan populasi hama di lapang; (3) Pemantauan ekosistem secara terpadu, pemantauan ekosistem pertanaman yang intensif secara rutin oleh petani merupakan dasar analisis ekosistem untuk pengambilan keputusan dan melakukan tindakan yang diperlukan; (4) Petani sebagai ahli PHT, petani sebagai pengambil keputusan dan ketrampilan dalam menganalisis ekosistem serta mampu menetapkan keputusan pengendalian hama secara tepat sesuai dengan dasar PHT.
Komponen pengendalian hama penggerek polong adalah: (1) Tanam serempak dengan selisih waktu kurang dari 10 hari; (2) Pergiliran atau rotasi tanaman yang baik adalah bila jenis tanaman pada suatu musim berbeda dengan jenis tanaman yang ditanam pada suatu musim berikutnya dan jenis tanaman tersebut bukan merupakan inang hama tanaman yang ditanam pada musim sebelumnya. Dengan pemutusan ketersediaan inang pada musim kedua, populasi hama yang sudah meningkat pada musim pertama dapat ditekan; (3) Cendawan entomopatogen Lecanicillium lecanii mampu menginfeksi telur, nimfa dan kepik coklat Riptortus linearis dengan tingkat mortalitas yang sangat tinggi dan dapat mencapai 50%; (4) Tanaman perangkap Sesbania rostrata di pematang dapat mengurangi serangan hama pengisap polong kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika populasi hama pengisap polong cukup tinggi, keberadaan Sesbania dapat menekan populasi hama pengisap polong pada tanaman kedelai hingga 35%; (5) Semprot dengan insektisida bila populasi mencapai ambang kendali (klorfluazuron, betasiflutrin, sipermetrin, alfametrin, carbosulfan, sihalotrin, sipermetrin).


Gambar. (a) Gambar telur Riptortus linearis, (b) Imago Riptortus linearis, (c) Biji kedelai terserang pengisap polong Riptortus linearis

Mw