Info Teknologi » Identifikasi Galur Kedelai F5 Berbiji Besar dan Berumur Genjah

IDENTIFIKASI GALUR KEDELAI F5 BERBIJI BESAR DAN BERUMUR GENJAH

Ayda Krisnawati dan M.M. Adie
Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

ABSTRAK

Saat ini, varietas unggul kedelai yang paling disukai konsumen adalah yang berdaya hasil tinggi, berukuran biji besar, dan berumur genjah. Identifikasi ketiga karakter tersebut dilakukan pada 720 galur kedelai F5. Penelitian dilakukan di KP Muneng, Probolinggo, dari bulan Maret hingga Juni 2007. Varietas Argomulyo dan Burangrang (biji besar, umur genjah) serta Kaba (biji sedang, umur sedang) digunakan sebagai pembanding. Setiap galur ditanam dalam satu baris sepanjang 4,5 m. Jarak tanam 40 cm x 15 cm, 2 tanaman per rumpun. Pemupukan 50 kg Urea, 100 kg SP36 dan 75 kg KCl/ha, diberikan seluruhnya pada saat tanam. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan secara intensif. Umur masak, ukuran biji, dan hasil biji beragam di antara 720 galur F5. Kisaran hasil biji adalah 0,03–3,58 t/ha (rata-rata 2,07 t/ha), umur masak beragam 75-85 hari (rata-rata 82 hari), dan bobot 100 biji 10,6-17,6 g (rata-rata 13,3 g). Hasil biji varietas berbiji besar Argomulyo (1,29 t/ha) dan Burangrang (1,36 t/ha) kurang optimal dibandingkan varietas berbiji sedang Kaba (3,09 t/ha). Ada 12 galur berdaya hasil 3,0 t/ha dan berukuran biji besar, namun hanya ada lima galur berumur masak <77 hari dengan daya hasil hanya 2,25 t/ha, dan dua di antaranya memiliki ukuran biji agak besar. Peluang keberhasilan perakitan varietas kedelai berdaya hasil tinggi dan berukuran biji besar lebih besar dibandingkan dengan kedelai berdaya hasil tinggi, umur genjah dan berukuran biji besar. Galur-galur prospektif tersebut perlu diuji di berbagai sentra produksi kedelai di Indonesia.

Kata kunci: umur genjah, biji besar, kedelai, Glycine max

FullText (PDF)