Info Teknologi » Keragaman Sumber Daya Genetik Ubi Jalar Koleksi Balitkabi

Ragam Morfologi daun dan sulur SDG ubi jalar

Ragam Morfologi daun dan sulur SDG ubi jalar

Di Indonesia ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan sumber pangan penting berkarbohidrat tinggi selain ubi kayu, jagung dan padi. Selain sumber karbohidrat ubi jalar juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dengan indeks glikemik yang rendah. Karakter terakhir ini membuat ubi jalar semakin populer menjadi bagian dari menu masyarakat yang peduli terhadap kesehatan.

Indonesia merupakan center of origin ubi jalar, sehingga memiliki plasma nutfah yang tersebar di hampir seluruh wilayahnya. Ubi jalar termasuk tanaman bersari bebas dan hexaploid (2n = 6x) yang memiliki 90 kromosom. Di alam, tanaman ubi jalar menunjukkan keragaman yang luas pada karakter morfologi maupun agronominya. Keragaman karakter plasma nutfah ubi jalar perlu dievaluasi dan dikarakterisasi, sehingga informasi karakternya dapat dimanfaatkan untuk program pemuliaan. Karakterisasi morfologi merupakan langkah awal dan telah digunakan untuk berbagai tujuan termasuk identifikasi duplikat, studi tentang pola keragaman genetik dan korelasi dengan karakteristik kepentingan agronomi.

Menurut Huaman (1991) dan Rahayuningsih (1997), karakterisasi morfologi pada ubi jalar dilakukan terhadap karakteristik sulur, daun, bunga, dan umbi, juga tipe tanaman tegak/kompak (erect), semi tegak/kompak (semi‐erect), menyebar (spreading), dan sangat menyebar (very spreading).

Batang berbentuk silindris panjang dan beruas, ada pula batang dengan tipe membelit (twining). Panjang ruas bervariasi dari pendek hingga sangat panjang, diameter batang dari sangat tipis hingga sangat tebal. Pigmentasi batang juga bervariasi dari hijau hingga ungu tua. Pucuk apikal bisa tidak berbulu hingga berbulu sangat tebal.

Bentuk daun membulat (rounded), berbentuk ginjal (kidney-shaped), berbentuk hati (hearth-shaped), segitiga (triangular), tombak (hastate), cuping (lobed), dan hampir terbagi (almost divided). Kedalaman cuping dari berlekuk dangkal hingga sangat dalam. Jumlah cuping umumnya berkisar dari 0 hingga 9. Beberapa ada yang menunjukkan variasi bentuk daun pada tanaman yang sama.

Bunga berbentuk terompet tersusun dari lima helai daun mahkota, lima helai daun bunga dan satu helai putik. Benang sari berjumlah lima melekat pada mahkota, kepala putik berwarna putih. Warna bunga putih hingga ungu. Bunga Ubi jalar membentuk karangan tiga hingga tujuh bunga. Kemampuan berbunga bervariasi dari tidak berbunga hingga berbunga sangat banyak. Buah berbentuk kapsul dengan diameter 5-8 mm, terdapat sekat yang membagi kapsul menjadi empat ruang untuk biji. Biji Ubi jalar berwarna coklat hingga hitam. Bentuk umbi bulat hingga lonjong. Warna umbi beragam antara lain: ungu, orange, kuning, dan putih.

Balitkabi memiliki sumber daya genetik ubi jalar sebanyak 331 aksesi, terdiri atas varietas unggul nasional dan varietas lokal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Konservasi 331 aksesi Ubi jalar dilakukan sepanjang tahun di lapang dalam bentuk koleksi hidup.

Tabel 1. Koleksi plasma nutfah Ubi Jalar di Balitkabi per Desember 2019
Daerah Asal Jenis Koleksi Jumlah Aksesi Institusi
 Balitkabi  Varietas Unggul  10  Balitkabi
Balitkabi Introduksi 13 IITA
Balitkabi Varietas lokal 11 RILET
Balitkabi Varietas lokal 3 SARIF
Balitkabi Varietas lokal 36 BORIF
Nigeria Introduksi 8 Balitkabi
Balitkabi Varietas lokal 16 CIP-Bogor
Balitkabi Variestas lokal/kloon harapan 75 Balitkabi
Jawa Timur Varietas lokal 44 Balitkabi
Bali Varietas lokal 29 Balitkabi
NTT Varietas lokal 76 Balitkabi
Sulawesi Selatan Varietas lokal 10 Balitkabi
Total 331

Pengamatan karakter morfologi yang dilakukan pada 331 aksesi plasma nutfah ubi jalar meliputi: karakter sulur, daun, bunga, dan umbi (tipe tumbuh, pigmentasi sulur, bentuk daun, jumlah cuping, warna daun dewasa, warna pucuk, bentuk bunga, warna bunga, kemampuan berbunga, serta warna kulit dan daging umbi. Pengamatan karakter morfologi sulur, daun, dan bunga dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam, sedangkan warna kulit dan daging umbi diamati pada umur 4 bulan.

Gambar 1. Persentase terbanyak karakter morfologi 331 aksesi ubi jalar koleksi Balitkabi.

Gambar 1. Persentase terbanyak karakter morfologi 331 aksesi ubi jalar koleksi Balitkabi.

Koleksi plasma nutfah ubi jalar memiliki karakter morfologi yang bervariasi. Tipe tumbuh mulai dari tipe kompak sampai sangat menyebar. Pigmentasi dominan sulur mulai hijau, hijau dengan sedikit bercak ungu, hingga semua berwarna ungu, pigmentasi sekunder sulur mulai tidak ada, hijau pada pangkal, hijau pada buku hingga adanya warna lain. Bentuk daun mulai membulat, ginjal, hati,segitiga sama sisi, tombak, cuping hingga hamper terpisah. Bentuk dan warna daun pada Ubi jalar penting diketahui karena biasanya digunakan sebagai penciri utama suatu genotipe. Jumlah cuping mulai tidak bercuping, bercuping 1, 3, 5, 7, hingga 9. Warna pucuk mulai kuning kehijauan, kuning, hijau dengan warna ungu melingkar di tepi daun, keabu-abuam karena bulu permukaan daun, hijau dengan tulang daun ungu pada permukaan atas daun, agak ungu, hamper ungu, permukaan atas hijau, permukaan bawah ungu hingga permukaan atas dan bawah ungu.

Persentase terbanyak dari 331 aksesi karakter pengamatan seperti disajikan pada Gambar 1. Tipe tumbuh plasma nutfah ubi jalar cukup bervariasi, mulai dari tipe kompak sampai sangat menyebar. Sebanyak 38,1% koleksi plasma nutfah ubi jalar tipe tumbuh semi kompak, karakter pigmentasi pada sulur, sebanyak 45,32% aksesi memiliki warna dominan hijau. Pada warna sekunder sulur, hampir separo koleksi (48,64%) tidak memiliki warna sekunder sulur, diikuti sebanyak 34,74% aksesi memiliki warna sekunder ungu pada buku-buku.

Dari 331 aksesi koleksi Balitkabi, sebanyak 49,5% koleksi plasma nutfah Ubi jalar memiliki bentuk daun cuping. Karakter jumlah cuping pada plasma nutfah Ubi jalar terbagi dalam 3 kelompok besar, masing-masing antara 29–34% memiliki jumlah cuping 5, 3, dan 1.

Warna daun aksesi Ubi jalar didominasi oleh warna hijau yaitu sebanyak 61,93%, sedangkan untuk warna pucuk cukup bervariasi, paling banyak memiliki warna pucuk hijau dengan warna ungu melingkar tepi daun (32,02%).

ubi-1 ubi-2 ubi3
ubi7
Gambar 2. Ragam Morfologi Bunga, serta buah dan biji SDG ubi jalar

Bentuk bunga pada koleksi plasma nutfah Ubi jalar didominasi oleh bentuk segi lima sebanyak 124 aksesi (37,46%). Sebagian besar aksesi plasma nutfah ubi jalar memilki warna bunga putih dengan warna leher bagian dalam ungu sebanyak 45,62% (151 aksesi). Kemampuan berbunga bervariasi dari tidak atau belum berbunga sampai berbunga sangat banyak, persentase tertinggi pada kemampuan berbunga sangat sedikit sebanyak 28,7% (95 aksesi).

Jumlah dan bobot umbi pertanaman pada 331 aksesi ubi jalar mempunyai rentang yang cukup besar, terdapat 15 aksesi yang tidak berumbi (Gambar 4). Pada jumlah umbi mempunyai kisaran antara 0-9 umbi pertanaman dengan rata-rata 2 umbi pertanaman. Bobot umbi pertanaman berkisar antara 0-1,17 kg/tanaman dengan rata-rata 0,26 kg/tanaman. Warna kulit umbi dari 331 aksesi bervariasi mulai dari putih, krem, dan merah dengan interval 1–6 diantaranya seperti tampak pada Gambar 3. Warna daging umbi juga menunjukkan variasi yang cukup tinggi terdapat warna putih, kuning, oranye, dan ungu, masing-masing dengan interval warna yang bervariasi pula (Gambar 5).

Gambar 3. Ragam morfologi umbi SDG ubi jalar

Gambar 3. Ragam morfologi umbi SDG ubi jalar

gen2 gen3
Gambar 4. Distribusi frekuensi jumlah dan bobot umbi 331 aksesi ubi jalar
slide1 slide2
Gambar 5. Distribusi frekuensi warna kulit dan daging umbi 331 aksesi ubi jalar

Wiwit Rahajeng