Info Teknologi » Kesiapan Teknologi Mendukung Peningkatan Produksi Kedelai dan Ubi Kayu

KESIAPAN TEKNOLOGI MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI DAN UBI KAYU

Suyamto, Subandi, dan Marwoto
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Ringkasan

Upaya serius pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri menuju swasembada perlu didukung oleh semua pihak yang terkait, di antaranya adalah dalam penyediaan teknologinya. Kendatipun masih diperlukan penelitian untuk menghasilkan teknologi produksi kedelai yang lebih maju, dewasa ini telah tersedia teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dari rata-rata sekitar 1,3 t/ha di tingkat petani menjadi sekitar 2,0 t/ha di tingkat penelitian. Komponen/teknologi yang dimaksud di antaranya adalah: (1) Varietas unggul dengan beragam karakter baik dalam hal potensi hasil, umur panen (genjah sampai dalam), warna biji (kuning, kuning kehijauan, hitam), ukuran biji (kecil, sedang, besar), dan kesesuaiannya terhadap tipe lahan (sawah, lahan kering, lahan kering masam, lahan pasang-surut), (2) produksi benih, (3) penyiapan lahan pengolahan tanah, (4) penanaman, (5) pengelolaan hara dan pemupukan, (6) pengelolaan air/lengas tanah, (7) pengelolaan organisme pengganggu tanaman, serta (8) sistem tanam tumpangsari. Proses produksi kedelai melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu dapat meningkatkan produksi hingga 60–80%.

Penggunaan sumber energi alternatif yang berasal dari hasil pertanian seperti biodiesel dan bioetanol menjadi isu penting akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) di pasaran dunia dan menipisnya cadangan fosil sebagai bahan baku minyak. Sesuai dengan Peraturan Presiden No.5 tahun 2006, ubi kayu berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar nabati (biofuel) dalam bentuk bioetanol sebagai campuran bensin dengan proporsi 10% (Gasohol-E10). Pada tahun 2006, kebutuhan premium untuk transportasi nasional mencapai 17,17 juta kilo liter dan akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan 7,07% per tahun. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya pengembangan ubi kayu untuk memenuhi permintaan industri bioetanol, dan industri lainnya. Untuk mendukung industri pengolahan bioethanol dari bahan ubi kayu telah tersedia teknologi berupa varietas ubi kayu yang sesuai seperti Adira-4, MLG-6, dan UJ-5, teknologi produksi yang menjamin pasokan bahan ubi kayu secara lebih merata sepanjang tahun, serta teknologi budidaya yang produktif dan efisien yang mampu menghasilkan umbi 35–45 t/ha.

Kata kunci: teknologi produksi, kedelai, ubi kayu, tumpangsari, bioetanol

FullText (PDF)