Info Teknologi » Mengenal Siklus Hidup Hama Lundi/Uret dan Pengendaliannya

Uret/lundi Leucopholis rorida adalah fase larva dari kumbang Scarabaeidae atau Cerambycidae dengan ciri larva berukuran besar, gemuk, putih, badan tembus cahaya dengan kepala warna coklat dan taring yang besar. Kaki berwarna coklat terdapat pada rongga dada. Larva membentuk kurva C (Gambar 1). Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, hama ini menyerang padi gogo, jagung, ubikayu, tebu dan tanaman pangan lain serta rumput-rumputan. Menurut informasi Ir. Yudi Widodo, M.S. (peneliti ekofisiologi ubikayu di Balitkabi), saat ini uret banyak menyerang pertanaman ubikayu petani di Trenggalek, dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Pertanaman ubikayu petani yang tidak dikendalikan mengalami serangan >50%.

indiatiindiati1
Gambar 1. Ciri khas tubuh uret (gambar atas), beberapa spesies uret dewasa (gambar bawah).
Uret memiliki siklus hidup sempurna yaitu telur-larva-pupa-dewasa, yang terjadi selama satu tahun. Kumbang dewasa muncul pada awal pertengahan bulan Juni, kumbang betina akan menarik kumbang jantan dengan seks feromon yang dilepaskan dan kedua jenis kumbang akan berkopulasi pada pertengahan bulan Juli. Penerbangan kumbang dan masa kawin terjadi selama dua bulan, kemudian kumbang masuk ke dalam tanah untuk bertelur. Telur akan menetas menjadi larva instar 1 antara 7−10 hari. Larva instar 1 akan makan akar rumput selama 2 minggu, kemudian ganti kulit dan menjadi larva instar 2. Dalam 3 minggu larva instar 2 akan makan akar tanaman, ganti kulit dan menjadi larva instar 3. Larva instar 3 mulai muncul antara bulan Oktober−November dan terus makan sampai menjadi pupa pada pertengahan bulan Juni tahun berikutnya.
Ancaman serangan hama uret dapat terjadi antara bulan Oktober−November dan Maret−April di lahan kering, karena berdasarkan siklus hidup hama tersebut (Gambar 2). Kedudukan/letak uret pada bulan-bulan itu berada dekat dengan permukaan tanah, sehingga uret akan memakan kulit batang bawah yang dekat dengan tanah, akar tanaman, dan akar yang telah berkembang menjadi umbi. Apabila uret menyerang tanaman ubikayu muda (umur 1−2 bulan), sekonyong-konyong tanaman menjadi layu dan mati.

indiati2
Gambar 2. Gambaran siklus hidup uret dalam satu generasi.
Hama uret dapat dikendalikan secara kultur teknis dengan: (1) Rrotasi tanaman dengan tanaman bukan inang (kedelai/padi sawah) untuk memutus siklus uret, (2) Pemberoan lahan, (3) Tanam serempak, (4) Sanitasi lahan yaitu membersihkan sisa-sisa tanaman dan gulma, (5) Membajak dan menggaru lahan dua kali sebelum tanam agar uret terpapar sinar matahari dan pamangsa, (6) Perendaman lahan selama 48 jam dapat mematikan uret yang ada di dalam tanah, dan (7) Menumbuhkan tanaman yang sehat dengan cara menanam bibit yang baik, menyediakan cukup air dan pupuk. Pengendalian biologis dapat dilakukan yaitu dengan jamur Metarhizium anisopliae yang diaplikasikan dengan bahan pembawa pupuk kandang. Pengendalian secara mekanik juga dapat dilakukan yaitu: (1) Mengumpulkan uret pada saat pengolahan tanah kemudian membakarnya, dan (2) Menangkap imago dengan memasang lampu perangkap berpenampung air sabun pada saat terjadi penerbangan kumbang. Sedangkan pengendalian secara kimia dengan aplikasi Carbofuran 20 kg/ha dengan cara tugal pada saat tanam.

S.W. Indiati