Info Teknologi » Pemupukan Kacang Hijau di Lahan Kering Alkalin

Kacang hijau varietas Vima 1 pada lahan kering Probolinggo

Kacang hijau varietas Vima 1 pada lahan kering Probolinggo

Pendahuluan

Peluang ekspor yang terbuka lebar, membuat komoditas kacang hijau kembali diminati petani, bahkan menarik minat pendatang (pengusaha pertanian) baru. Tanaman yang hanya berumur dua bulan ini telah menjadi komoditas ’seksi’ akhir-akhir ini. Tanaman kacang hijau berumur pendek (55-60 hari) dan toleran kekeringan, sehingga banyak diusahakan pada lahan dengan ketersediaan air terbatas seperti pada lahan kering atau pada akhir musim kemarau di lahan sawah mengikuti pola tanam padi-padi-kacang hijau.

Budidaya kacang hijau di lahan kering pada umumnya dilakukan petani dengan cara tumpangsari dengan tanaman jagung, hanya sebagian kecil monokultur, dan tanpa pemupukan. Lahan kering sentra produksi kacang hijau di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB dan NTT didominasi jenis tanah yang mempunyai pH tinggi (tanah alkalin). Masalah utama pada tanah alkalin adalah pH tanah melebihi nilai optimal, kekahatan (defisiensi) unsur Nitrogen (N), fosfor (P), sulfur (S), dan besi (Fe). Kekahatan unsur-unsur tersebut seringkali muncul secara bersamaan dan klorosis merupakan gejala dominan yang muncul.

Pentingya Pemupukan pada Budidaya Kacang Hijau

Pemupukan pada budidaya kacang hijau di tanah alkalin tidak saja ditujukan untuk menambah ketersediaan unsur hara yang kahat, tetapi diupayakan yang mempunyai efek menurunkan pH tanah seperti ZA atau pupuk lainnya yang mengandung sulfur, dan pupuk organik.

Hasil penelitian di lahan kering tanah Alfisol dengan pH 8,0 menunjukkan bahwa pemupukan yang terbaik dan paling menguntungkan adalah menggunakan pupuk majemuk Phonska dosis 150 kg/ha (setara 22,5 kg N + 22,5 kg P2O5 + 22,5 kg K2O + 15 kg S/ha), pemupukan ini meningkatkan hasil kacang hijau sebesar 9% dari 1,63 t/ha menjadi 1,79 t/ha (Tabel 1). Dengan pemupukan 150 kg/ha Phonska diperoleh tambahan hasil paling banyak yaitu Rp. 2.055.000.

Tabel 1. Pengaruh pemupukan terhadap hasil biji, biomas kacang hijau serta perhitungan ekonomi pada lahan kering alkalin
Pemupukan

(kg/ha)

Hasil Biji

(t/ha) *)

Peningkatan hasil

(kg/ha) 1)

Nilai Tambahan Hasil

(Rp/ha)1)

 

Biaya Pupuk

(Rp/ha) 3)

 

Margin biaya

(Rp/ha)2)

 

 

Produksi Biomass panen

(t/ha)

 

Tanpa Pupuk  1,63 b  –  – 2,68 c
10 ZA +50 SP36 +100 KCL 1,74 ab 110 1.650.000 800.000  850.000 3,01 ab
150 Phonska 1,78 a 160 2.400.000 345.000 2.055.000 3,06 ab
5000 pupuk kandang 1,62 b 2,87 bc
75 Phonska +2500 pupuk kandang 1,74 ab 110 1.650.000 1.735.000 (85.000) 3,19 a
*) pada Kadar Air Biji 12%, 1)Harga kacang hijau Rp 15.000/kg ; 2)Margin biaya=selisih antara nilai tambahan hasil dengan biaya pupuk. 3)Harga pupuk dan dan kacang hijau tahun 2018

Aktivitas budidaya kacang hijau menimbulkan pengaruh yang baik terhadap penurunan pH tanah. Pemberian pupuk baik organik maupun anorganik menurunkan pH tanah lebih besar dibandingkan tanpa pupuk (Gambar 1). Reaksi kimia tanah menjadi lebih netral, kondisi ini menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman selanjutnya. Selain meningkatkan hasil biji, pemupukan juga meningkatkan biomassa limbah panen 0,33 − 0,51 t/ha (12 − 19%) dari 2,68 t/ha menjadi 3,01 − 3,19 t/ha (Tabel 1), limbah panen biasa dimanfaatkan petani sebagai pakan ternak. Limbah panen yang cukup banyak, akan menyokong ketersediaan pakan ternak yang sering menjadi masalah di lahan kering.

Gambar 1. Pengaruh pemupukan terhadap pH tanah

Gambar 1. Pengaruh pemupukan terhadap pH tanah

HK