Info Teknologi » Pengairan dan Pemupukan Kacang Hijau pada Lahan Sawah Vertisol

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman aneka kacang penghasil uang (cash crops) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi petani. Dengan umur yang relatif pendek (sekitar 60 hari), kacang hijau banyak ditanam pada lahan-lahan yang ketersediaan airnya terbatas, seperti sawah tadah hujan dengan pola tanam padi-kacang hijau, dan di lahan sawah irigasi terbatas dengan pola tanam padi-padi-kacang hijau. Bertanam kacang hijau di lahan sawah berjenis tanah Vertisol setelah padi, tidak memerlukan pengolahan tanah. Setelah panen padi, jerami dipotong dekat permukaan tanah, kacang hijau ditanam 5 hari setelah panen padi, jarak tanam 40 cm × 15 cm, dua tanaman/lubang, dibuat saluran drainase setiap 3−4 m, diairi dua kali, dan cukup diberi pupuk daun pada fase vegetatif dan generatif masing-masing satu kali, serta dijaga dari gangguan gulma, hama (maruca dan thrips), dan penyakit terutama embun tepung. Dengan cara tanam tersebut, kacang hijau tanpa pengairan mampu menghasilkan biji 1,0−1,2 t/ha, sedangkan jika ditambah pengairan dua kali (pada umur 20 dan 40 hari) hasil tanaman kacang hijau dapat meningkat menjadi 1,4−1,6 t/ha.


Gambar . Keragaan tanaman kacang hijau pada lahan sawah Vertisol dengan pupuk daun umur 20 dan 40 hari tanpa pengairan (Gambar kiri),
dan perlakuan yang sama tetapi diairi umur 20 dan 40 hari (Gambar kanan). Madiun MK 2014. Jika tanah agak kurang subur, tambahan pupuk NPK (50 Urea + 75 kg SP36 + 100 kg KCl/ha) dapat meningkatkan hasil kacang hijau. Jika tidak dipupuk NPK, pemberian pupuk Gandasil D pada umur 20 hari dan gandasil B pada umur 40 hari juga dapat memberikan hasil yang setara dengan tanaman yang diberi pupuk NPK. Pemberian air irigasi sebaiknya hanya dilakukan dua kali saja yaitu pada umur 20 dan 40 hari karena pemberian sebanyak tiga kali yakni pada umur 15 hari, 30 hari dan 45 hari tidak memperbaiki pertumbuhan dan meningkatkan hasil biji (Gambar dan Tabel 1).

Prof. Arief Harsono