Info Teknologi » Pengelolaan Sumberdaya Genetik Aneka Tanaman Umbi

sdg

Dampak langsung pemanasan global yang akan dirasakan oleh sektor pertanian adalah menurunnya produktivitas dan tingkat produksi sebagai akibat terganggunya siklus air karena perubahan pola hujan dan meningkatnya frekuensi anomali cuaca ekstrim yang mengakibatkan pergeseran waktu maupun musim tanam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dengan melakukan pengelolaan tanaman yang bertujuan meminimalkan risiko perubahan iklim. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan penyediaan sumberdaya genetik tanaman pangan, terutama yang toleran terhadap kekeringan dan hama-penyakit utama, selain itu dilakukan upaya penyelamatan sumberdaya genetik (SDG) tanaman akibat tergeser oleh varietas unggul produktif dan adaptif terhadap perubahan iklim ekstrim.

Pengelolaan SDG tanaman meliputi konservasi (pelestarian), eksplorasi (pengkayaan), karakterisasi/evaluasi (penilaian), dan pembaruan pangkalan data (database). Konservasi SDG tanaman dapat dilakukan di lapang/ditanam oleh petani (lekat lahan/on farm conservations) atau “insitu conservations”, dan konservasi di luar lingkungan tumbuh (exsitu conservations). Konservasi SDG di luar lingkungan tumbuh pada tanaman pangan dilakukan setelah SDG tanaman yang bersangkutan dikumpulkan (eksplorasi). Perubahan iklim biasanya diikuti dengan munculnya ras/biotipe penyakit atau hama baru serta kerapuhan genetika ketahanan tanaman terhadap hama atau penyakit. Kegiatan SDG yang relevan adalah evaluasi/karakterisasi ketahanan SDG terhadap hama atau penyakit yang bersangkutan. Bila terdapat SDG yang tahan/toleran terhadap hama atau penyakit dan memiliki karakter agronomis yang baik, dapat dilepas sebagai varietas unggul (pemuliaan jangka pendek). Sebaliknya, bila memiliki karakter agronomis yang kurang baik, selanjutnya digunakan dalam program pemuliaan jangka panjang melalui persilangan. Persilangan sesungguhnya merupakan upaya merakit keragaman genetik atau pengkayaan SDG. Oleh karena itu, SDG tanaman yang beragam untuk karakter penting, hidup dan teridentifikasi dengan baik dapat dipandang sebagai cadangan varietas yang memiliki arti strategis yang sewaktu-waktu dapat digunakan/dilepas sebagai varietas.

Kegiatan pemuliaan tanaman yang berkelanjutan memerlukan dukungan populasi bahan genetik yang beragam untuk karakter-karakter yang bernilai ekonomi. Musnahnya aksesi sumber daya genetik akan diikuti oleh hilangnya gen-gen berguna yang terkandung di dalamnya. Eksplorasi sumber daya genetik varietas lokal aneka kacang dan umbi perlu dilakukan karena rawan terdesak oleh penggunaan varietas unggul yang intensif. Dengan konservasi, karakterisasi, dan evaluasi sumber daya genetik, maka gen-gen pengatur karakter dapat dikenali, dilestarikan, didokumentasi dan didayagunakan secara optimal dan efisien melalui sistem informasi dan dokumentasi yang handal. Dalam satu kelompok aksesi sumber daya genetik memiliki tingkat kemiripan karakter kuantitatif dan kualitatif yang tinggi, sehingga perlu karakterisasi agar identitas aksesi dapat diketahui sebagai penopang perlindungan varietas.

Seiring dengan pilihan varietas yang memiliki tingkat kemiripan tinggi dan kemajuan teknologi genetika, sistem marka molekuler telah dikembangkan dan merupakan alat yang sangat baik bagi pemulia untuk menganalisa genom tanaman dan membandingkan materi genetik antar individu tanaman.

Dokumentasi hasil karakterisasi/identifikasi sumber daya genetik perlu dilakukan karena: (1) perencanaan kegiatan memerlukan data awal, (2) bertambahnya data hasil karakterisasi/identifikasi sumber daya genetik memberikan informasi baru yang perlu didokumentasikan, (3) penelusuran sumber gen yang dibutuhkan dalam kegiatan pemuliaan, dan (4) pertukaran informasi antarlembaga di dalam dan luar negeri akan lebih mudah dan cepat dengan adanya pangkalan data.

Eksplorasi SDG Tanaman Aneka Umbi

Pembentukan varietas unggul baru guna memenuhi kebutuhan yang beragam dan dinamis memerlukan sumber gen yang mempunyai keragaman karakter yang luas. Selain itu, meluasnya penggunaan varietas unggul dan intensifnya pemanfaatan hutan akan memperbesar peluang tersingkirnya varietas lokal dan varietas liar, yang akan diikuti pula oleh musnahnya gen-gen berguna yang terkandung di dalamnya. Karenanya pengkayaan keragaman sumber daya genetik melalui eskplorasi/pengkayaan varietas lokal dipandang strategis dalam melestarikan gen-gen berguna yang terkandung di dalam varietas lokal.

Kegiatan eksplorasi telah dilakukan di Madura pada tahun 2012 dan di NTT (pulau Timor, Flores dan Sumba) pada tahun 2013. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan pertimbangan lokasi tersebut memiliki keragaman SDG varietas lokal, karena penggunaan varietas unggul belum seintensif di pulau Jawa. Dari kegiatan tersebut diperoleh varietas lokal aneka umbi meliputi ubikayu, ubijalar, umbi ular, umbi sapi, umbi kacang, dan gembili (Gambar dan Tabel 1).

Karakterisasi SDG Aneka Umbi

Karakterisasi/evaluasi dalam pengertian luas mencakup identifikasi karakter tanaman, terutama yang berguna. Toleransi atau ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik merupakan karakter penting yang diperlukan untuk perbaikan varietas tanaman.

Karakterisasi SDG tanaman umbi tahun 2013 ditekankan pada toleransi aksesi ubi jalar dan ubi kayu terhadap cekaman kekeringan. Berdasarkan hasil karakterisasi terdapat 7 aksesi ubikayu dengan nomor kode 13, 14, 93, 96, 98, 102, dan 109 serta varietas Malang-6 yang menunjukkan indikasi toleran terhadap cekaman kekeringan, dengan nilai indeks toleransi cekaman (STI) lebih dari 1.

Astanto Kasno