Info Teknologi » Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai

Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai di Jambi

Pengelolaan Tanaman Terpadu

Salah satu upaya pendekatan yang diharapkan dapat meningkatkan produksi kedelai secara berkelanjutan adalah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

Penelitian PTT kedelai di lahan sawah tadah hujan dilaksanakan di Kab. Grobogan, Provinsi Jawa Tengah pada hamparan sekitar 8 ha dengan mengikutsertakan partisipasi aktif petani dalam kelompok. Hasil panen berkisar antara 1,80–3,63 t/ha, dan hasil rata-rata mencapai 2,58 t/ha. Dengan nilai B/C petani peserta PTT 2,97, ternyata lebih besar dibanding B/C petani non peserta PTT yaitu 2,30.

Penelitian PTT kedelai untuk lahan pasang surut dilaksanakan di Kab. Jabung Barat, Provinsi Jambi pada hamparan sekitar 8 ha dengan mengikutsertakan partisipasi aktif petani dalam kelompok. Permasalahan kesuburan lahan yang menjadi penyebab rendahnya produktivitas kedelai di lahan pasang surut tipe C di Jambi adalah rendahnya pH tanah, kandungan fosfor (P) tersedia, kalium (K) tersedia, kalsium (Ca) tersedia, dan kandungan bahan organik tanah; serta tingginya kandungan dan kejenuhan aluminium (Al). Perbaikan teknik budidaya kedelai untuk lahan pasang surut tipe C melalui penggunaan varietas unggul (Anjasmoro) dengan mutu benih baik, dosis pemupukan 150 kg Phonska/ha, 50 kg SP36/ha, pemberian pupuk kandang 1 t/ha, dan dolomit 750 kg/ha meningkatkan produktivitas kedelai sekitar 26%, dari 1,67 t menjadi 2,11 t/ha.

Secara ekonomi usahatani kedelai di lahan pasang surut tipe C dengan teknologi seperti yang diterapkan dalam PTT layak dilakukan oleh petani dan memberikan pengembalian keuntungan lebih dari tiga kali biaya investasinya. Komponen teknologi pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) pada PTT kedelai di lahan pasang surut mendapat respon yang tinggi dari petani dan menjadi komponen yang harus diterapkan dalam usahatani kedelai. Komponen teknologi lain yang mendapat respon sangat dominan dari petani dan menjadi pertimbangan untuk keberhasilan budidaya kedelai di lahan pasang surut berturut-turut adalah ameliorasi lahan dengan dolomit, pemu­pukan (pupuk kandang dan anorganik), dan varietas, yang ditunjukkan oleh nilai kontribusi urgensi masing-masing 81,4%, 74%, 70%, dan 66%.

Pengelolaan Tanaman Terpadu  Kedelai di Jambi