Info Teknologi ยป Pengembangan Jaringan Alih Teknologi, Produksi, dan Distribusi Benih Sumber

Diskusi peneliti Balitkabi dan petani

Pengembangan jaringan alih teknologi produksi benih sumber dilakukan untuk komoditas kedelai dan kacang hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan varietas unggul baru, pembinaan petugas dan penangkar benih, serta menjalin kerja sama dengan BPTP, BBI, atau penangkar untuk menanam varietas unggul yang akan dijadikan benih sumber pada daerah sasaran kegiatan.

Sosialisasi varietas unggul kedelai dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan BPTP Sumatera Selatan. Empat varietas kedelai yaitu Anjasmoro, Kaba, dan Tanggamus ditanam di Desa Tanjung Runcing, Kec. Kayu Agung, Kab. Ogan Ilir. Sebelum penanaman, terlebih dahulu dilakukan sarasehan yang melibatkan semua komponen produksi benih meliputi para Penangkar benih, Pengrajin tahu/tempe, Perguruan Tinggi, Dinas Pertanian, Pemerintah Daerah, Penyuluh Pertanian, BPSB, BPTP selaku pengawal teknologi di daerah yang bersangkutan, serta swasta yang berminat di bidang perbenihan dan dari Balitkabi.

Materi sarasehan terdiri atas: a) Pengembangan kedelai spesifik lokasi di Sumatera Selatan (BPTP), b) Program pengembangan kedelai di Sumatera Selatan (Dinas Pertanian), c) Sosialisasi varietas unggul kedelai (Balitkabi), d) Proses sertifikasi benih kedelai (BPSB), dan e) Peningkatan produksi kedelai melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (Balitkabi). Hasil panen kedelai yang diperoleh dari sosialisasi varietas unggul kedelai diserahkan BPTP Sumatera Selatan untuk didistribusikan. Dari hasil sosialisasi, varietas kedelai yang paling diminati pengguna/petani adalah varietas Anjasmoro.

Sosialisasi varietas unggul kacang hijau dalam rangka pengembangan jaringan alih teknologi, produksi, dan distribusi benih sumber tahun 2008 dilaksanakan di atas lahan milik Kelompok Tani Mekar Rejeki Desa Tempuran, Kec. Demak Kab. Demak bekerjasama dengan Primatani BPTP Jawa Tengah. Di Jawa Tengah preferensi warna biji hijau kusam sangat dominan sehingga di lokasi ini semua varietas yang ditanam, yaitu Sriti, Betet, dan Vima-1, memiliki warna biji hijau kusam. Varietas unggul Vima-1 mendapat sambutan petani, karena kedudukan polong berada di atas kanopi dan umurnya paling genjah dibandingkan varietas yang lain. Kedudukan polong di atas kanopi daun dan umur panen serempak memberikan kemudahan dalam pengendalian hama penyakit dan pemanenan, serta menghindarkan tanaman kacang hijau dari kekeringan.

Diskusi peneliti Balitkabi dan petani