Info Teknologi » Peningkatan Usahatani Ubikayu di Lahan Masam Secara Tumpangsari Dengan Kacang Tanah dan Kedelai

tumpangsari1

Pemerintah hingga kini terus mendorong peningkatan produksi ubikayu, kedelai, dan kacang tanah untuk mencapai swasembada dan kecukupan pangan. Di Indonesia, salah satu lahan yang potensial untuk pengembangan komo­ditas tersebut adalah lahan kering masam yang sebagian besar tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Lahan tersebut umumnya tergolong kurang subur karena bereaksi masam dengan kandungan Al tinggi, miskin bahan organik dan miskin hara N, P, K, Ca, dan Mg.

Petani pada lahan kering masam di Lampung, umumnya sepanjang tahun hanya menanam ubikayu monokultur dengan produktivitas relatif rendah yakni 15-25 t/ha ubi basah. Produktivitas tersebut dapat ditingkatkan dengan memasukan kacang tanah dan kedelai sebagai tanaman sela ubikayu (Tumpangsari). Dengan cara tanam ini, petani yang biasanya dalam setahun hanya panen ubikayu saja, intensitas panennya dapat ditingkatkan dua hingga tiga kali dalam setahun, bergantung pada curah hujan dan pola tanam yang diterapkan (Gambar 1).

Gambar 1. Pertumbuhan tumpangsari ubikayu baris ganda dengan kacang tanah pada awal pertumbuhan (kiri), dan saat menjelang panen kacang tanah (kanan). Setekah kacang tanah panen, antara tanaman ubikayu masih dapat ditanami kedelai.

Ada dua pilihan pola tanam/tumpangsari yang dapat diterapkan petani untuk meningkatkan produktivitas lahannya yaitu: 1) Tumpangsari ubikayu baris tunggal dengan kacang tanah, dan 2) Tumpangsari ubikayu baris ganda dengan kacang tanah dan kedelai.

1. Tumpangsari ubikayu baris tunggal dengan kacang tanah

Dengan pola tanam ini, dalam setahun petani dapat panen ubikayu dan kacang tanah. Teknik budidayanya sebagai berikut: kacang tanah ditanam monokultur dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm satu tanaman/lubang. Pada saat kacang tanah berumur 20 hari, di antara barisan kacang tanah ditanam ubikayu baris tunggal dengan jarak tanam 120 cm x 60 cm. Benih kacang tanah diinokulan Rhizobium produk Badan Litbang Iletrinut. Pupuk untuk ubikayu diberikan dua kali, yaitu umur 2-3 minggu 2/3 dosis pupuk Urea + seluruh pupuk SP36 dan KCl, umur 4 bulan 1/3 dosis pupuk urea. Untuk kacang tanah semua pupuk diberikan umur 2 minggu secara diicir di samping barisan tanaman. Pupuk organik/kandang diberikan sebelum tanam. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan intensif. Dosis pupuk, hasil dan keuntungan penerapan pola tanam ini tersaji dalam Tabel 1dan 2.

2. Tumpangsari ubikayu baris ganda dengan kacang tanah dan kedelai

Pola tanam ini dalam setahun menghasilkan panenan ubikayu, kacang tanah dan kedelai. Teknik budidayanya sebagai berikut: kacang tanah ditanam monokultur dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm satu tanaman/lubang. Pada saat kacang tanah umur 20 hari, di antara barisan kacang tanah ditanam ubikayu baris ganda dengan jarak tanam 240 cm x (80 cm x 60cm), setelah kacang tanah dipanen di antara baris ganda tanaman ubikayu ditanami kedelai dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm. Tanah cukup dibersihkan dari gulma, dan diberi dolomit 500-1000 kg/ha bergantung pada tingkat kemasaman dan kejenuhan Al tanahnya. Benih kacang tanah diinokulasi dengan Iletrinut, benih kedelai diinokulasi dengan Iletrisoy produk Badan Litbang Pertanian. Pupuk ubikayu diberikan dua kali, umur 2-3 minggu 2/3 dosis pupuk Urea dan seluruh pupuk SP36 dan KCl, umur 4 bulan 1/3 dosis pupuk Urea. Untuk kacang tanah dan kedelai semua pupuk diberikan umur 2 minggu secara diicir di samping barisan tanaman. Pupuk organik diberikan sebelum tanam. Dosis pupuk, hasil dan keuntungan penerapan teknologi polatanan ini tersaji dalam Tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Hasil ubikayu, kacang tanah, dan kedelai pada berbagai pola tanam dan pemupukan di lahan masam Lampung Timur.

Tabel 2. Analisis usahatani hasil berbagai polatanam dan pemupukan di lahan masam Lampung Timur MH 2011.

Disiapkan oleh Prof. Dr. Arief Harsono, Prof. Dr. Subandi, dan Masganti, Diedit oleh Eriyanto Yusnawan, PhD