Info Teknologi » Perbaikan Lahan Pertanian Tercemar Logam Berat Kadmium

Pencemaran logam berat kadmium pada lahan pertanian merupakan masalah penting dalam mewujudkan ketersediaan bahan pangan yang aman bagi kesehatan manusia. Logam berat yang mencemari lingkungan pertanian akan terserap organ tanaman, tersimpan dalam akar, daun, dan biji, dimana bagian tanaman tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi manusia. Logam berat yang masuk dan mengendap di dalam tubuh manusia akan menjadi oksidan dan menjadi sumber awal timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti kanker, tulang rapuh, radang paru-paru, ginjal, dan kelainan genetik. Ada banyak jenis logam yang mencemari lahan pertanian selain kadmium seperti timbal, arsen, molibdenum, kobal, selenium, dan air raksa. Kadmium merupakan logam berat yang paling berbahaya karena memiliki tingkat kelarutan tinggi dalam jaringan tanaman. Pencemaran logam ini berasal dari aplikasi bahan kimia seperti pestisida, herbisida, pupuk anorganik, polusi udara akibat asap industri, limbah industri yang dibuang pada aliran air, dan sisa produk atau sampah yang telah dimanfaatkan manusia kemudian dibuang ke lahan pertanian. Penggunaan sarana pertanian yang menjadi sumber pencemar logam berat sangat sulit untuk ditiadakan sehingga pencemaran ini semakin lama semakin meningkat.


Gambaran penyerapan, transportasi, akumulasi dan detoksifikasi kadmium pada tanaman
Sumber: Nazar et al. (2012). Tanaman kacang tanah merupakan jenis tanaman yang memiliki kemampuan menyerap logam kadmium paling tinggi dibandingkan tanaman bunga matahari, sawi hijau, kedelai, bunga kesumba, ganja, jarak, dan rami (Linum usitatissimum). Fakta ini memberi informasi bahwa lahan pertanian yang mengalami cemaran tinggi logam berat sebaiknya tidak ditanami kacang tanah. Akan tetapi, jika hasil kacang tanah tidak untuk kebutuhan pangan misalnya sebagai bahan baku bioenergi maka kacang tanah merupakan tanaman bioremediator yang potensial untuk mengurangi pencemaran kadmium dalam tanah. Hasil tanaman kacang tanah yang tidak dimanfaatkan untuk bahan baku produksi bioenergi, dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik karena logam berat yang terikat dalam organ tanaman akan lebih stabil sehingga tidak mudah ditranslokasikan kembali ke dalam tanaman.
Pencegahan dan pengelolaan lahan tercemar logam berat dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya penggunaan bahan organik. Pemberian bahan organik pada lahan tercemar dapat mengurangi translokasi logam berat ke dalam tanaman. Logam berat akan terikat oleh senyawa yang terkandung dalam bahan organik sehingga lebih stabil dalam tanah. Pemberian bahan organik sebaiknya diaplikasikan setiap awal musim tanam. Semakin tinggi pemberian bahan organik maka semakin cepat pengelolaan lahan tercemar. Pemberian kapur pada lahan tercemar logam berat kadmium juga dapat mengurangi tingkat kelarutan logam berat ke dalam tanaman. Pemberian kapur mengurangi kemasaman tanah sehingga pH tanah meningkat. Peningkatan pH menyebabkan laju kelarutan logam berat kedalam tanaman semakin rendah.

Sutrisno