Info Teknologi » Perbaikan Teknik Budidaya Kedelai pada Lahan Pasang Surut

Peningkatan produksi kedelai untuk mencapai swasembada membutuhkan peningkatan luas panen hingga mencapai sekitar dua juta hektar, dengan produktivitas 1,6 t/ha. Salah satu jenis lahan yang mempunyai potensi cukup besar untuk pengembangan kedelai di Indonesia adalah lahan pasang surut yang selama ini belum banyak digunakan untuk usahatani kedelai. Luas lahan pasang surut yang sesuai untuk tanaman pangan termasuk kedelai mencapai 10 juta hektar. Kendala utama pengembangan kedelai di lahan pasang surut diantaranya adalah pH tanah rendah (pH <5,0), keracunan Al dan Mn, kekurangan hara N, P, K, Ca, dan Mg, serta populasi mikroorganisme yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman tergolong rendah. Usahatani kedelai di lahan pasang surut sebenarnya cukup menjanjikan karena dengan perbaikan paket teknik budidaya di lahan ini mampu meningkatkan produktivitas kedelai dari 0,74−0,98 t/ha (cara petani) menjadi 1,85−2,0 t/ha, dengan memberi keuntungan yang cukup memadai, yakni sekitar delapan juta rupiah per hektar.


Gambar. Keragaan budidaya kedelai dengan paket teknik budidaya perbaikan 1.

Dosis pupuk :

A. Teknologi petani : 75 kg Phoska /ha + pupuk daun Gandasil D dan Gandasil B masing-masing dua kali,

B. Paket anjuran : 50 kg urea + 100 kg SP36 + 1000 kg dolomit + 1500 kg pupuk kandang/ha,

C. Perbaikan 1 : 50 kg urea + 75 kg SP36 + 50 kg KCl + Rhizobium 0,3 kg + Pupuk kandang 1250 kg/ha, Kejenuhan Al-dd diturunkanhinggamencapai 20% dengan pemberian dolomit,

D. Perbaikan 2 : 100 kg urea + 150 kg SP36 + 50 kg KCl + Rhizobium 0,3 kg + Pupuk kandang 2500 kg/ha,

Kejenuhan Al-ddditurunkanhingga mencapai 10% dengan penambahan dolomit.

Arief Harsono