Info Teknologi » Pola Pewarisan Gen Pengendali Umur Panen Kedelai

gen

Pewarisan suatu karakter mempunyai arti penting dalam menentukan strategi pemuliaan tanaman supaya perbaikan karakter menjadi lebih baik. Pola pewarisan umur panen kedelai dikaji pada persilangan antara varietas Dieng dan Grobogan. Populasi yang digunakan adalah P1 (varietas Dieng), P2 (varietas Grobogan), F1, F1r (F1 resiprok)¸ F2 dan F2r (F2 resiprok). Uji Khi-kuadrat digunakan untuk mengetahui pola segregasi populasi F2. Tidak ada pengaruh tetua betina pada persilangan antar kedua varietas yang digunakan (Tabel 1). Nisbah potensi persilangan Dieng x Grobogan tergolong dominansi lebih yang bernilai positif, menunjukkan umur panen pada generasi F1 lebih dalam dibanding Dieng sehingga diduga gen pengendali umur panen varietas Dieng karena pengaruh dominan.


Kedelai varietas Dieng (kiri) dan keturunannya (kanan).

Varietas Dieng dan Grobogan mempunyai umur panen berbeda dan umur panen keturunan F1 sama dengan Dieng. Berdasarkan model satu lokus, maka ¾ bagian F2 memiliki karakter umur seperti F1, sehingga karakter yang ditun­jukkan oleh F1 adalah karakter dominan. Jika karakter umur dalam bersifat dominan, maka nisbah pada F2 adalah 3 (dalam) : 1 (genjah), dan jika umur genjah bersifat dominan, maka nisbah F2 adalah 3 (genjah) : 1 (dalam). Penggunaan model dua lokus maka apabila: a) 9/16 bagian F2 seperti tetua, maka umur panen dikendalikan oleh dua gen yang komplementer, b)13/16 bagian F2 seperti F1, maka umur panen dikendalikan oleh dua gen yang epis­tasis dominan, c)15/16 bagian F2 seperti F1, maka umur panen dikendalikan oleh dua gen yang meru­pakan duplikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilahan tanaman F2 hasil persilangan Dieng×Grobogan melalui analisis diskriminan, menunjukkan kesesuaian nisbah segregasi 3 umur sedang : 1 umur genjah. Artinya bahwa umur panen Dieng dikendalikan oleh gen dominan sempurna, sebaliknya umur Grobogan dikendalikan oleh gen resesif (Tabel 2).

Hasil uji segregasi menunjukkan bahwa pewarisan umur panen Dieng×Grobogan mengikuti hukum Mendel, namun berdasarkan analisis uji skala gabungan, pola pewarisannya mengikuti model aditif-dominan dengan kontribusi pengaruh aditif dan dominan nyata (Tabel 3). Pengaruh [d] tidak berbeda dengan [h], artinya umur panen Dieng dikendalikan oleh aksi gen dominan sempurna, dan memperkuat dugaan bahwa umur panen genjah dikendalikan oleh gen resesif.

Gatut_Wahyu A.S.