Info Teknologi ยป Potensi Zingeron dari Rimpang Jahe sebagai Insektisida Nabati untuk Mengendalikan Hama Thrips

zingeron3

Sampai saat ini pestisida kimia masih merupakan satu-satunya senjata pamungkas petani untuk pengendalian OPT di lahan pertanian, karena mudah didapat, tidak repot, dan hasilnya segera dapat dilihat. Penggunaan pestisida oleh petani cenderung sangat berlebihan, sehingga berdampak negatif terhadap konsumen maupun ekosistem pertanian. Oleh karena itu, dipandang perlu mencari alternatif cara pengendalian yang dapat mengurangi penggunaan insektisida kimia. Salah satu diantaranya adalah dengan penggunaan pestisida nabati.

Rimpang jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu tumbuhan sumber bahan pestisida (pestisida nabati) yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama thrips karena mengandung senyawa keton zingeron yang memiliki rasa pedas, menyebabkan tubuh serangga terasa panas, demam, dan mati (Duddy, 2009). Efektivitas pengendalian thrips dengan insektisida nabati dapat ditingkatkan dengan cara mengkombinasikan penggunaan insektisida nabati dan kimia pada waktu yang tepat, sehingga frekuensi penggunaan insektisida kimia dapat dikurangi. Untuk itu dilakukan penelitian yang mengkombinasikan insektisida fipronil pada awal pertumbuhan dengan campuran ekstrak air rimpang jahe dan minyak mimba.

Gambar 1. Tampilan gejala tanaman yang terserang thrips pada perlakuan nabati, kimiawi dan tanpa dikendalikan (kontrol). KP. Muneng, MK. 2011 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fipronil 2 ml/l pada 7 hari setelah tanam (HST) kemudian dilanjutkan dengan aplikasi (rimpang jahe 20 g/l+minyak mimba 5 ml/l+pupuk cair 1 g/l) sebanyak empat kali aplikasi pada 14, 21, 28 dan 35 HST efektif mengendalikan thrips serta menghasilkan bobot biji kering 1,296 t/ha dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan Imidaklorprit 200 SL 1 ml/l dan 2 ml/l. Serangan thrips pada awal pertumbuhan kacang hijau akan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, jumlah polong berkurang, dan kehilangan hasil biji kering hingga 35% (Tabel 1 dan 2).

Tabel 1. Rata-rata intensitas serangan thrips pada beberapa cara pengendalian.

Tabel 2. Rata-rata bobot biji kering 5 tanaman contoh, bobot biji kering/petak, perkiraan hasil kacang hijau yang dapat diselamatkan, dan kehilangan hasil kacang hijau akibat serangan thrips. KP. Muneng, MK. 2010.

Disiapkan oleh Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS. Disarikan dan diedit oleh Eriyanto Yusnawan, PhD.