Info Teknologi » Prospek Industri Susu Kedelai

ruly1Peran kedelai sebagai sumber pendapatan, penyedia lapangan kerja, sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri mengangkat kedelai menjadi komoditas strategis. Kedelai merupakan sumber gizi yang baik karena mengandung protein nabati yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Berbagai olahan pangan berbahan baku kedelai yang biasa dikonsumsi masyarakat meliputi tahu, tempe, kecap, dan susu kedelai (sari kedelai). Susu kedelai memiliki manfaat luar biasa untuk mengatasi beberapa permasalahan kesehatan, karena memiliki kandungan protein yang tinggi serta vitamin dan mineral. Pencernaan yang kurang baik karena intoleransi terhadap susu sapi dapat diatasi dengan mengganti susu sapi dengan susu kedelai.

Susu kedelai memiliki potensi dan permasalahan dalam pengembangannya. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, potensi dan permasalahan pada industri susu kedelai adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal meliputi peluang serta hambatan pada industri susu kedelai.

Beberapa hal yang menjadi faktor kekuatan pengembangan susu kedelai meliputi: (1) Teknologi pembuatan susu kedelai yang dikuasai, mudah dan murah, (2) Dapat diusahakan pada skala kecil (home industri), (3) Tidak membutuhkan tambahan bahan yang mahal, dan (4) Suatu usaha yang menguntungkan. Sedangkan yang menjadi kelemahan pada industri susu kedelai adalah: (1) Harus cepat dikonsumsi karena susu kedelai tidak tahan lama, (2) Tidak dapat mengolah susu kedelai dalam jumlah banyak, (3) Diseminasi/promosi produk kurang, dan (4) Preferensi pada kedelai impor. Faktor-faktor tersebut tertuang dalam Tabel 1.

Tabel 1. Faktor-faktor internal dan eksternal pada pengembangan industri susu kedelai.
No. Kekuatan Kelemahan Peluang Hambatan
a Teknologi pembuatan susu kedelai dikuasai (mudah dan murah) Harus cepat dikonsumsi karena susu kedelai tidak tahan lama Pasokan bahan baku kedelai selalu tersedia Harga kedelai berfluktuasi
b Dapat diusahakan pada skala kecil (home industri) Tidak dapat mengolah susu kedelai dalam jumlah banyak Keuntungan usaha cukup menjanjikan Kompetitor produk banyak (susu bubuk, susu sapi, susu kambing)
c Tidak membutuhkan tambahan bahan yang mahal Diseminasi/ promosi produk kurang Ada tambahan pendapatan dari limbah/ampas susu kedelai
d Usaha yang menguntungkan Preferensi pada kedelai impor

Dilihat dari derajat keterkaitan antara faktor kekuatan dan kelemahan, industri susu kedelai memiliki skor faktor kekuatan 5,2 yang lebih tinggi dari faktor kelemahannya 1,0. Hal tersebut menunjukkan bahwa faktor kekuatan yang dimiliki dalam industri susu kedelai lebih dominan dibanding faktor kelemahannya, sehingga faktor kekuatan tersebut mampu menutupi faktor kelemahan yang ada, artinya industri susu kedelai layak untuk dikembangkan.

Pengembangan industri susu kedelai memiliki skor faktor peluang sebesar 6,8 dan skor faktor hambatan 1,0, ini menunjukkan bahwa faktor peluang jauh lebih besar dari hambatan yang ada. Implementasi dari kondisi ini adalah industri susu kedelai dalam posisi yang mantap dan sangat dimungkinkan dilakukan pengembangan untuk mendapatkan kemajuan yang maksimal.

Strategi pengembangan industri susu kedelai

Strategi pengembangan industri susu kedelai perlu dirancang agar lebih maksimal. Posisi peta kekuatan pengembangan berada pada ordinat kekuatan dan peluang (S-O). Faktor kekuatan yang menonjol adalah usaha yang menguntungkan, faktor peluang yang menonjol adalah keuntungan usaha yang cukup menjanjikan. Formulasi strategi yang diambil adalah: (1) Meningkatkan skala usaha susu kedelai, (2) Mengembangkan teknologi pangan untuk dapat mengolah lebih lanjut produk utama maupun bahan sisa, (3) Menciptakan pasar baru dengan membuat produk turunan dari susu kedelai.

Preferensi industri susu kedelai

Preferensi pengusaha susu kedelai dalam memilih bahan baku ada yang memilih kedelai lokal, ada pula yang impor. Masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Kedelai lokal disukai karena rasanya yang gurih, sedangkan yang memilih kedelai impor sebagai bahan baku karena bila diolah sari kedelai bisa menyatu dan tidak mengendap dibawah.

Ruly Krisdiana