Info Teknologi ยป Sumber Daya Genetik Tanaman Aneka Kacang dan Umbi dari NTT

Pembentukan varietas unggul baru guna memenuhi kebutuhan yang beragam dan dinamis perlu dukungan sumber daya genetik yang mempunyai keragaman karakter yang luas. Selain itu, meluasnya penggunaan varietas unggul dan intensifnya usaha pertanian pada lahan yang sempit dan pemanfaatan hutan akan memperbesar peluang tersingkirnya varietas lokal dan varietas liar, yang akan diikuti pula oleh musnahnya gen-gen berguna yang terkandung di dalamnya. Pengkayaan keragaman sumber daya genetik melalui eskplorasi varietas lokal dipandang strategis dalam melestarikan gen-gen berguna yang terkandung di dalam varietas lokal. Eksplorasi varietas lokal aneka kacang dan umbi pada tahun 2013 dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di pulau Timor, Flores dan Sumba dengan pertimbangan memiliki keragaman sumberdaya genetik varietas lokal, karena penggunaan varietas unggul belum seintensif di pulau Jawa. Diperoleh varietas lokal aneka kacang dan umbi sebanyak 345 aksesi, meliputi kacang nasi, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, kacang gude, kacang hutan, dan kacang tunggak.

Varietas lokal aneka umbi meliputi ubikayu, ubijalar, umbi ular, umbi sapi, umbi kacang, dan gembili (Tabel 1).

Gambar 1. Koleksi sumber daya genetik aneka kacang tahun 2013 dari NTT

Komoditas utama di NTT adalah jagung, kacang nasi dan aneka kacang potensial. Bahan pangan utama adalah jagung dicampur dengan biji aneka kacang, khususnya kacang nasi (rice bean), dan kacang gude. Kacang tanah dan kacang hijau pada umumnya dibudidayakan untuk tujuan komersial. Aneka umbi merupakan sumber karbohidrat, senantiasa dipertahankan untuk substitusi pangan di waktu paceklik. Varietas lokal ubikayu, dan varietas lokal kacang hijau berbiji hitam dan kuning dari kabupaten Ende dan dari Kabupaten Melaka (wilayah perluasan Kabupaten Belu), memiliki kualitas yang tergolong baik dan disarankan untuk dikaji lebih lanjut. Kacang hutan adalah sejenis kacang yang dapat dikonsumsi jika sudah direbus sebanyak 12 kali agar tidak menimbulkan keracunan. Air rebusan kacang hutan dapat digunakan untuk memberantas hama tanaman sehingga berpotensi sebagai pestisida nabati. Aneka umbi antara lain lauk ufi, lauk leko, laku foat, ubi ular, ubi kacang, lauk bijael, ubi manusia, bentul, keladi dan ubi kayu Nuabosi. Selain bentul, talas dan ubi kayu Nuabosi, aneka ubi potensial yang di Jawa Timur dikenal dengan gembolo dan gembili tidak dibudidayakan secara intensif.

Gambar 2. Aneka umbi dari NTT

TSW-AK / EY