Info Teknologi » Teknologi Budidaya Kedelai pada Lahan Sawah Mengikuti Pola Tanam Padi-Kedelai-Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk

Sentra kedelai di Kabupaten Nganjuk terdapat di empat wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Rejoso, Loceret, Gondang, dan Bagor. Terdapat tiga musim tanam kedelai, yaitu: (1) awal musim hujan pada lahan kering dan lahan di kawasan hutan, (2) MK I (tanam bulan Februari/Maret) pada lahan sawah dengan pola tanam padi-kedelai-bawang merah, dan (3) MK 2 pada lahan sawah (tanam bulan Juni/Juli) dengan pola tanam padi-padi-kedelai. Jenis tanah didominasi Grumosol (Vertisol), dan sesuai untuk budidaya kedelai yang ditunjukkan dengan pH tanah sesuai untuk kedelai, kandungan fosfor (P) dan sulfur (S) serta Ca (kalsium) tersedia tinggi, kandungan kalium (K) pada lapisan atas rendah dan pada lapisan bawah tinggi, kandungan bahan organik yang ditunjukkan oleh kandungan C-organik sangat rendah yang mengindikasikan kandungan nitrogen (N) dan cadangan N rendah, kecepatan mengalirkan air pada kondisi jenuh (infiltrasi) sangan rendah (Tabel 1).

infotek-9-6-16-a
Berdasarkan peta status P dan K lahan sawah di Jawa Timur yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor, lahan sawah di Kabupaten Nganjuk dengan kandungan P tinggi dan sedang masing-masing seluas 29.735 ha dan 13.662 ha. Lahan sawah dengan kandungan K tinggi dan rendah masing-masing Sekitar 14.000 ha.
Berkaitan dengan budidaya kedelai, maka yang harus diperhatikan adalah:

  1. Pemupukan N dan pemberian pupuk organik.
  2. Pemupukan P dan K pada lahan dengan kandungan P sedang dan K rendah. Kandungan Ca yang tinggi dapat menurunkan ketersediaan P.
  3. Saluran drainase, terutama kedelai yang ditanam pada MK I agar tanaman terhindar dari genangan atau kandungan air tanah yang sangat tinggi, mengingat infiltrasi tanah sangat rendah.

Berdasarkan karakteristik tanah tersebut, maka disusun teknik budidaya sebagai berikut:
Persiapan lahan:

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman padi, tanpa olah tanah atau bisa juga dengan olah tanah minimal (dengan rotari), dibuat bedengan lebar 2,5 m, antar bedengan dipisah dengan saluran drainase selebar 40−50 cm sedalam 60−70 cm. Persiapan lahan tersebut sekaligus untuk persiapan tanam bawang merah (Gambar 1).


Gambar 1. Persiapan lahan. Varietas:
Varietas yang cocok dengan pola tanam pada MK 1 dengan pola tanam padi-kedelai-bawang merah adalah yang berumur genjah. Varietas berumur genjah dengan produktivitas tinggi yang sesuai pada lingkungan tersebut adalah Dega 1, Dena 1, Argomulyo, dan Grobogan (Tabel 2, Gambar 2).

Cara tanam:
Cara tanam dilarik, jarak antar baris 40 cm dan dalam baris 15 cm, 2 biji/rumpun (Gambar 3a dan 3b). Kebutuhan benih varietas berbiji besar adalah 60−65 kg/ha.

Pemupukan:

  • Pupuk dasar: Petroganik dosis 600 kg/ha + 100 kg SP36/ha, disebar rata sesaat sebelum/setelah tanam.
  • Pupuk susulan: 150 kg Phonska/ha, disebar saat umur 15−20 hari.

Penyiangan:
Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 15−20 hari dengan herbisida berbahan aktif Fenoxapropethyl 120g/l (misalnya merk dagang Rumpas). Penyiangan diulangi pada saat tanaman menjelang berbunga (jika kondisi rumput mengganggu pertumbuhan tanaman). Pengendalian hama:
Pengendalian hama dilakukan 3−4 kali, yaitu sebelum berbunga 2 kali dengan insektisida berbahan aktif Fipronil 50 g/l (misalnya merk dagang Regent), dan 1−2 kali saat periode pengisian polong dengan insektisida berbahan aktif MIPC/Karbamat (misalnya merk dagang Mipcin).

Panen dan prosesing:

  • Panen dilakukan bila kulit polong sudah siap, yang ditandai dengan warna kulit polong kecoklatan dan daun setidaknya 85% sudah rontok.
  • Panen dilakukan dengan memotong pangkal batang kedelai, kemudian dijemur sekitar 2 hari (jika cuaca normal). Setelah itu dilakukan pembijian menggunakan mesin perontok. Biji dibersihkan dari kotoran dan kemudian dijemur lagi hingga kadar air 12%.

Teknik budidaya tersebut telah dipraktekkan pada musim tanam MK 1 tahun 2016 di di Dusun Jatikampir, Desa Banaran Wetan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan melibatkan 7 petani kooperator dari Kelompok Tani Ngudi Mulyo. Keragaan pertanaman optimal (Gambar 4) dan dengan hasil biji yang tinggi (Tabel 3).


Gambar 4. Keragaan tanaman kedelai pada pengujian teknik budidaya kedelai pada lahan sawah berpola tanam padi-kedelai-bawang merah
di Dusun Jatikampir, Desa Banaran Wetan, Kec. Bagor, Kab. Mganjuk pada MK1 2016.

 

 

Abdullah Taufiq