Info Teknologi » Kendalikan Kutu Kebul Kedelai dengan Varietas Toleran dan Pestisida

Tanaman kedelai yang terserang kutu kebul daunnya menjadi keriting dan pada serangan parah disertai infeksi virus daun keriting berwarna hitam dan pertumbuhan tanaman terhambat. Ekskreta kutu kebul menghasilkan embun madu yang merupakan medium tumbuh cendawan jelaga, sehingga tanaman sering tampak berwarna hitam, berakibat proses fotosintesis tanaman kedelai tidak normal. Kutu kebul selain merusak tanaman secara langsung juga sebagai serangga vektor virus yang dapat menularkan penyakit Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) pada kedelai dan kacang-kacangan lain. Di Jawa Timur terdapat enam strain virus yang menyerang tanaman kedelai yaitu CPMMV, BICMV, BYMV, SSV, PStV dan SMV, di mana semua virus tersebut ditransmisikan melalui vektor serangga seperti Bemisia tabaci. Infeksi virus pada tanaman kedelai pada umumnya menghasilkan gejala yang serupa yakni klorosis, belang dan mosaik pada daun, daun keriput sehingga sulit dibedakan.


Populasi hama kutu kebul, dan serangga hama Bemisia tabaci Serangan kutu kebul yang parah akan menyebabkan tanaman kerdil, daun keriput dan puso. Kehilangan hasil akibat serangan hama kutu kebul dapat mencapai 80% bahkan puso apabila tidak ada tindakan pengendalian. Ketahanan varietas unggul terhadap serangan kutu kebul berbeda pada setiap varietasnya. Varietas unggul kedelai Anjasmoro termasuk varietas yang sangat peka terhadap serangan kutu kebul. Pengendalian hama kutu kebul dengan aplikasi kombinasi pestisida pada umur 7, 14 dengan profenofos 2 ml/l, umur 21, 28, 35, 42 dengan lamdasihalotrin 106 gr/l + tiamektosam 141g/l; 1 gr/l dan umur 59, 66 dan 73 dengan diafentiuron 500 g/l; 1 cc/l dengan varietas unggul Gepak Kuning, Gepak Ijo, Wilis, Kaba, Anjasmoro, dan Argomulyo, telah diteliti di KP Muneng Probolinggo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi serangan yang cukup berat, varietas Anjasmoro pada perlakuan penyemprotan insektisida hanya mampu menghasilkan produksi kedelai kering panen 0,04 t/ha, sedang varietas unggul yang lain Gepak Kuning, Gepak Ijo, Wilis, Kaba dan Argomulyo disemprot maupun tidak disemprot dengan insektisida mampu menghasilkan biji kedelai di atas 1 t/ha (Tabel 1).

Tabel 1. Kombinasi pengendalian kutu kebul B. tabaci dengan aplikasi pestisida dan varietas
terhadap hasil biji kering KP Muneng 2010.

Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa kombinasi pestisida kimia dengan varietas toleran memberikan hasil yang lebih baik dan menunjukkan interaksinya dalam meningkatkan hasil. Untuk varietas peka kutu kebul seperti Anjasmoro, walaupun hama dikendalikan dengan aplikasi pestisida, tidak mampu mencegah kehilangan hasil kedelai. Dari Hasil ini dapat direkomendasikan bahwa kombinasi pestisida dengan varietas toleran (Gepak Kuning, Gepak Ijo, Wilis, Kaba, dan Argomulyo) dapat di anjurkan. Untuk daerah endemik serangan kutu kebul, penggunaan verietas unggul Anjasmoro tidak disarankan.


Keragaan kedelai yang dikendalikan (kiri) dan tidak dikendalikan (kanan)

Marwoto/AI/EY/AW