Info Teknologi » Waspadai Kepinding Tepung (Phenacoccus sp.) pada Tanaman Ubi Kayu

kepinding

Kepinding tepung (mealybug), Phenacoccus sp., merupakan hama tanaman ubi kayu yang perlu diwaspadai. Kerusakan tanaman akibat serangan kepinding tepung telah dilaporkan dari Columbia, Brasil, beberapa bagian Negara Afrika, dan Thailand. Di Indonesia, serangan kepinding tepung pada ubi kayu mulai muncul sekitar tahun 2000-an. Sejak tahun 2010, areal pertanaman ubi kayu di Indonesia yang berisiko terserang seluas 146.000 hektar dengan potensi kehilangan hasil 882.000 sampai 2.441.000 ton/tahun. Kepinding tepung mempunyai inang yang luas, baik tanaman pangan maupun tanaman hias. Sesaat setelah makan, nimfa muda meneteskan material lilin putih dari tubuhnya, yang akan menyelimuti seluruh permukaan tubuhnya. Pada populasi yang tinggi akan memberikan penampakan seperti adanya kapas pada batang atau pada permukaan bawah daun. Kepinding tersebut tidak diam, tapi bergerak lambat di permukaan daun atau batang. Kepinding dewasa berukuran 2,4 x 1,5 mm (Gambar 1).


Gambar 1. Kepinding tepung (kiri) dan gejala serangan pada tanaman ubi kayu (tengah dan kanan).Di kebun percobaan Muneng, Probolinggo (Jatim), serangan kepinding tepung pada tanaman ubi kayu mulai terlihat sekitar akhir tahun 2010 dengan tingkat serangan yang parah, karena hampir semua pucuk tanaman plasma nutfah ubi kayu terserang kepinding tepung. Pada musim kemarau 2011, serangan kepinding tepung di lokasi yang sama mulai muncul pada bulan September, pada saat tanaman berumur enam bulan dengan tingkat serangan 51%, dan intensitas serangan terus meningkat hingga mencapai 86 % saat menjelang panen (Gambar 2). Pada periode tersebut, suhu udara di KP. Muneng berkisar antara 30,5_33,7oC, dengan kelembaban udara rata-rata 35,3−44,3 %, rata-rata kecepatan angin 4,9 pada bulan September dan 3,9 pada bulan Oktober. Suhu udara yang tinggi dan kecepatan angin yang kencang akan mempercepat perkembangan dan penyebaran populasi hama ini.


Gambar 2. Peningkatan intensitas serangan kepinding tepung pada tanaman ubi kayu varietas UJ-3 dengan bertambahnya umur tanaman.
KP. Muneng, MK. 2011. Keterangan: Int. = intensitas BST = bulan setelah tanam. Diketahui bahwa suhu udara sangat mempengaruhi perkembangan biologi kepinding. Semakin panas suhu udara, semakin cepat perkembangan kepinding, baik jantan maupun betina. Pada suhu 20°C, satu siklus kepinding betina memerlukan 90 hari, sedangkan pada suhu 25°C hanya membutuhkan 38 hari, dengan kisaran suhu optimum antara 25–30°C. Selanjutnya kepinding jantan hanya memerlukan separuh waktu dari waktu yang dibutuhkan oleh kepinding betina. Kepinding tepung merupakan hama penghisap cairan daun dan batang tanaman. Adanya racun yang terbawa oleh liur hama tersebut menimbulkan gejala kerdil pada daerah titik tumbuh, ruas menjadi pendek, tumbuhnya daun baru yang kecil dan mengkerut (Gambar 1). Dengan meningkatnya kepadatan populasi kepinding, kemungkinan akan menyebabkan layunya titik tumbuh tanaman. Apabila serangan terjadi pada daun-daun bawah, akan menyebabkan kerontokan daun. Kerusakan ekonomis yang ditimbulkan adalah berkurangnya hasil daun segar (yang dikonsumsi sebagai sayur). Pada intensitas serangan yang tinggi, serangan kepinding juga berakibat terhadap hasil tanaman. Percobaan yang dilakukan di lahan petani Brasil, kehilangan hasil akibat kepinding tepung diperkirakan mencapai 80%, sedangkan di CIAT antara 60−80% tergantung varietas yang ditanam. Di daerah Muneng, Probolinggo (Jatim), serangan kepinding tepung yang parah dapat mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil, bobot umbi menurun, dan berumbi lebih kecil. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada saat panen, tanaman yang terserang kepinding mempunyai tinggi 67 cm, sedangkan tanaman yang sehat tingginya mencapai 139,2 cm. Bobot umbi yang dihasilkan oleh tanaman sehat lebih tinggi (2500 g/tanaman), sedangkan bobot umbi yang dihasilkan oleh tanaman terserang hanya 780 g/tanaman. Selain itu, umbi yang dihasilkan juga berdiameter lebih kecil (2,9 cm) dibanding 4,4 cm pada tanaman yang sehat (Gambar 3). Kehilangan hasil diperkirakan hingga 68%. Mengingat perkiraan kehilangan hasil ubi kayu akibat serangan kepinding tepung cukup tinggi, maka perlu dipikirkan strategi pengendalian yang tepat.


Gambar 3. Perbedaan tinggi tanaman, diameter umbi, dan bobot umbi ubi kayu varietas UJ3
antara tanaman terserang kepinding tepung dan tanaman sehat. KP. Muneng, MK. 2011.
SWI