Info Teknologi » Waspadalah, Kepik dan Kumbang Penggerek Polong Mengintai Kacang Hijau

Kumbang penggerek polong Apion clavipes (Curculionidae) (Sumber : www.krishisewa.com).

Kumbang penggerek polong Apion clavipes (Curculionidae) (Sumber : www.krishisewa.com).

Kepik perusak daun, Megacopta cribraria (Hemiptera: Heteroptera: Plataspidae), dan kumbang polong, Apion clavipes (Curculionidae), merupakan dua jenis hama baru tanaman kacang hijau di Jawa Timur yang ditemukan pada kegiatan survei tahun 2016.

Kepik M. cribraria (Fabricius) ditemukan di Desa Pungkur Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Kumbang penggerek polong A. clavipes ditemukan di daerah Madiun dan Nganjuk. Di Desa Selorejo, Bagor, Nganjuk populasi kumbang penggerek polong A. clavipes sangat tinggi sehingga mengakibatkan banyak polong kacang hijau yang rusak.

M. cribraria (F.) adalah salah satu jenis serangga asli Asia dan Australia, dikenal sebagai plataspid kacang, kepik Lablab, kepik Kudzu, dan kepik berbentuk bulat. Pada bulan Oktober 2009, sejumlah besar kepik Kudzu pertama kali ditemukan di sembilan kabupaten di Timur Laut Georgia, Amerika Serikat.

Pada bulan Agustus 2010, serangga tersebut ditemukan di 48 kabupaten Georgia dan 13 kabupaten di Carolina Selatan (Eger et al. 2010). Dua tahun kemudian, populasi M. cribraria telah menyebar ke sebagian besar Georgia dan Carolina Utara dan Selatan (Zhang et al. 2012.), Virginia dan Alabama (Reisig dan Bacheler 2013, Gardner et al. 2013).

Saat ini, kepik Kudzu telah menyebar ke seluruh kabupaten Carolina Selatan, sebagian besar kabupaten di Georgia dan Carolina Utara, Alabama, di sebagian besar lahan penanaman kedelai Virginia, Florida, Tennessee dan Mississippi, di bagian Arkansas dan Louisiana yang setiap tahun terus berkembang (Gardner 2015). Di Balitkabi Malang (Jawa Timur-Indonesia), serangga ini pertama kali ditemukan pada tahun 2012 di tanaman kedelai umur 3 minggu, dengan gejala defoliasi daun trifoliat.

Larva kumbang penggerek polong Apion clavipes sedang menggerek biji (Sumber : www.krishisewa.com).

Larva kumbang penggerek polong Apion clavipes sedang menggerek biji (Sumber : www.krishisewa.com).

Kepik tersebut mempunyai jenis mulut menusuk mengisap. Hama ini diduga mengkonsumsi cairan floem dengan cara mengisap batang, tangkai daun, dan daun (Suiter et al. 2010, Thippeswamy dan Rajagopal 2005), serta akan mengalihkan nutrisi dan kelembaban dari tanaman saat pertumbuhan vegetatif dan reproduksi sehingga menurunkan hasil kedelai (Waldvogel dan Alder 2011).

Kepik Kudzu secara umum ditemukan berkelompok pada batang utama kedelai (Suiter et al. 2014, Del Pozo-Valdivia 2016). Berdasarkan laporan, serangan kepik tersebut menyebabkan penurunan hasil panen kedelai secara nyata (Seiter et al. 2013, Blount et al. 2016, Del Pozo-Valdivia et al. 2016). Studi di China Tengah dan Selatan menunjukkan bahwa serangan kepik yang parah menyebabkan beberapa defoliasi dan gangguan fotosintesis sebagai hasil dari pertumbuhan jamur jelaga yang merupakan ekskresi M. cribraria (Zhang et al. 2012).

Kerusakan tanaman kedelai akibat serangan kepik Kudzu mengakibatkan kehilangan hasil kedelai 1−50% (Eger et al. 2010). Selain itu, hama ini menghasilkan senyawa kimia untuk pertahanan diri yang berpotensi menyebabkan kerusakan langsung pada kulit dan mata manusia (Ruberson et al. 2013).

Di India, kumbang Apion clavipes merupakan hama penting pada tanaman gude, hama tersebut menyebabkan kerusakan polong sampai 77% dan kerusakan biji 43%. Pada saat tanaman gude mulai berbunga, serangga dewasa mulai kawin kemudian setelah 5−8 hari akan bertelur. Telur diletakkan satu persatu pada polong, berbentuk setengah bola, berwarna kuning emas dan berukuran 0,3−0,8 mm.

Serangga betina bertelur sekitar 15 butir/hari dan puncak peneluran selama 3−4 hari. Uret/belatung dengan kepala berwarna hitam akan muncul 3 atau 4 hari setelah telur diletakkan. Uret tersebut akan masuk ke dalam biji dan makan biji yang sedang berkembang. Uret berwarna putih dan berbentuk huruf “C” dengan kepala hitam yang menonjol.

Seluruh biji akan dimakan oleh uret dan pupa akan terjadi di dalam polong. Periode larva/uret akan berakhir dalam 8−10 hari dan pupa tetap tinggal dalam biji. Periode pupa berakhir dalam 8 hari. Serangga dewasa muncul dengan membuat lubang pada polong. Antara jantan dan betina dewasa setara jumlahnya dengan masa hidup dewasa sekitar 30−47 hari.  Serangga dewasa berbentuk kumbang berwarna hitam mengkilap dengan moncong menonjol dan memiliki keahlian terbang yang baik.

Kumbang perusak daun Megacopta cribraria (Fabricius) (Sumber : http://www.keyword-suggestions.com/).

Kumbang perusak daun Megacopta cribraria (Fabricius) (Sumber : http://www.keyword-suggestions.com/).

Serangga dewasa juga menyebabkan kerusakan dengan cara memakan daun, pucuk muda dan kuncup bunga. Pada daun-daun muda hama tersebut membuat lubang-lubang kecil dan menggigit kuncup bunga, sehingga akan mempengaruhi pembukaan bunga dan akhirnya menyebabkan buruknya rangkaian polong.

Kumbang dewasa juga akan memakan polong muda. Selain menyerang kacang hijau, kumbang tersebut juga menyerang kacang hitam, kacang merah, kedelai, gude, dan jambu monyet (Umesha 2006, Sandip Patra et al. 2016).

Kemunculan hama-hama baru tersebut perlu diwaspadai dan dipantau setiap saat, agar tidak menimbulkan kerusakan tanaman yang merugikan secara ekonomi.

 Sri Wahyuni Indiati