Liputan Media » [SINAR TANI] Deja 1 dan 2, Kedelai Toleran Jenuh Air

news_4_1501743715

Salah satu kendala dalam budidaya kedelai adalah tanaman tersebut tidak tahan terhadap genangan air cukup lama. Tapi kini kesulitan itu telah ada jawaban dengan adanya varietas Deja 1 dan Deja 2 yang toleran terhadap jenuh air.

Umumnya, pertanaman kedelai musim kemarau (MK) di lahan sawah selalu dihadapkan pada curah hujan yang masih tinggi pada akhir musim hujan, sehingga menimbulkan genangan (kondisi jenuh air) di lahan. Kondisi ini makin diperparah dengan drainase yang buruk karena air terus menggenang sampai akhirnya menguap sendirinya saat musim kemarau.

Bagi petani yang bertanam kedelai di lahan sawah atau di lahan rendah yang kerap tergenang air, kini bisa mencoba bertanam kedelai varietas unggul terbaru bernama Deja 1 dan Deja 2. Produktivitas dan kemampuan hidupnya dijamin lebih baik daripada varietas lainnya.

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Balitbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Suhartina mengatakan, genangan air yang relatif lama pada tanaman kedelai bisa menurunkan hasil 20-75%. Penurunan produktivitas itu tergantung lamanya genangan dan varietas kedelai yang ditanam.

“Adakalanya, varietas tersebut masih bisa tumbuh sampai masanya, tapi ketika dipanen hasilnya tidak ada sama sekali,” katanya. Karena itu, Balitkabi merakit varietas baru yang toleran kondisi jenuh air. Penelitian dilakukan sejak 2005 dan sudah diuji adaptasi pada musim kemarau 2010-2011. Varietas kedelai unggul toleran jenuh air diberinama Deja 1 dan Deja 2.

Menurut Suhartina, Deja 1 diperoleh dari silangan tunggal antara varietas Tanggamus dengan Anjasmoro. Sedangkan Deja 2 dari persilangan tunggal antara varietas Sibayak dengan Lokal Jawa Tengah.

Keunggulan varietas Deja 1 memiliki umur masak yang genjah (79 hari), berukuran biji sedang (12,9 gram/100 biji). Selain itu, agak tahan hama ulat grayak, tahan hama penggerek polong dan penghisap polong, serta agak tahan penyakit karat daun dengan kandungan protein 39,6% dan lemak 17,3%.

Sedangkan Deja 2 memiliki umur masak genjah (80) hari, berukuran biji besar (14,8 gram/100 biji), agak tahan hama penggerek polong dan penghisap polong, agak tahan penyakit karat daun dan memiliki kandungan protein 37,9% dan lemak 17,2%.

Editor : Pimpinan Redaksi

Sumber