Liputan Media ยป [kabarbuton.com]Gapoktan di Konawe Mampu Produksi Benih Kedelai

whatsapp_image_2017-10-24_at_15-56_-35_KONAWE, kabarbuton.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Sari, Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara, mampu memproduksi secara mandiri benih kedelai. Bahkan tahun 2016 sudah memproduksi 5.000 kilogram benih.

Jumlah itu mampu menyediakan benih setara dengan luas 125 hektare lahan. Benih itu sendiri berasal dari kerjasama dengan BPTP Balitbangtan Sultra, bersama Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang, Jawa timur, dengan Gapoktan Mekar Sari.

Untuk tahun 2017 ini, Gapoktan Mekar Sari kembali menangkarkan benih kedelai varietas Anjasmoro seluas tiga hektare, dengan prediksi hasil benih sekitar 4.200 kg, atau mampu menyediakan benih kedelai setara dengan luasan 105 hektare.

Penyuluh Pendamping, Elis mengatakan, adanya pemdampingan selama dua tahun dari BPTP Balitbangtan Sultra bersama Balitkabi Malang, Gapoktan Mekar Sari sudah menguasai inovasi teknologi produksi benih kedelai.

“Buktinya sudah mampu memproduksi calon benih kedelai sebanyak kurang lebih 7.000 kg, dan lulus sertifikasi sebanyak kurang lebih 5.000 kg benih dari luas penangkaran 5 hektare,” tambah Ketua Gapoktan Mekar Sari, Matria.

Ketua Tim Monev Puslitbangtan, Prof Nyoman Widiarta mengatakan, pengkaran benih kedelai Gapoktan Mekar Sari, contoh mandiri benih kedelai yang berkembang dan akan dilanjutkan pada tahun 2018.

Sistem penangkaran dan penyimpanan benih kedelai sangat baik. Model Mandiri Benih Kedelai yang akan dikembangkan di Gapoktan Mekar Sari adalah Gapoktan meminta Benih kedelai untuk ditangkarkan sesuai kebutuhan anggotanya ke BPTP Balitbangtan Sultra.

Selanjutnya BPTP Balitbangtan Sultra meminta benih sumber ke Balitkabi Malang, sesuai permintaan Gapoktan Mekar Sari. Untuk kasus Gapoktan Mekar Sari dengan luas lahan pertanaman kedelai seluas +50 hektare, membutuhkan benih sebanyak 2.000 kg.

“Sehingga dibutuhkan penangkaran benih seluas kurang lebih dua hektare saja, 80 kg benih sumber. Kecuali ada permintaan dari desa lain atau kecamatan lain, dapat ditambah luasan penangkaran benihnya,” papar Nyoman. (Adv)

 

Sumber