Liputan Media » [rilis.id] Dukung Swasembada Kedelai 2018, Lewat VUB Kedelai

detap-1 RILIS.ID, Jakarta— Kedelai merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi prioritas pemerintah dalam swasembada pangan selain padi dan jagung. Saat ini, kebutuhan kedelai nasional rata-rata 2,5 juta ton per tahun, sedangkan produksinya mencapai 800 ribu ton-1 juta ton per tahun. Untuk menutup kebutuhan kedelai nasional, maka pemerintah melakukan impor kedelai dari Amerika.

Upaya meningkatkan produksi kedelai, dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada kedelai impor, salah satunya dengan menghasilkan varietas unggul baru (VUB) kedelai. Puslitbang Tanaman Pangan, melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), telah melepas 4 VUB kedelai yakni Deja-1, Deja-2, Detap-1 dan Devon-2. Varietas Deja-1 merupakan hasil persilangan varietas Kawi dengan galur IAC 100, dengan umur masak 79 hari tanam.

Potensi hasil Deja-1 2,6 t/hektare dengan rata-rata hasil 2,18 t/hektare. Keunggulan varietas ini, sangat toleran, jenuh air, serta tahan terhadap hama penghisap dan penggerek polong. Varietas lain yang dihasilkan adalah, Deja-2 dengan spesifikasi umur genjah (79 hari tanam) dan potensi hasil 2,87 t/hektare dengan rata-rata 2,39 t/hektare. Varietas unggul juga ini toleran jenuh air, sama halnya Deja-1. Varietas agak tahan terhadap penyakit karat daun, hama penghisap polong dan ulat grayak. Varietas Detap-1 yang dihasilkan memiliki kandungan protein tinggi, yakni 40,11 persen. Detap-1 memiliki potensi hasil 3,85 t/hektare dengan rata-rata hasil 2,7 t/hektare Kedelai berumur genjah ini (78 hari tanam), tahan pecah polong dengan ukuran biji yang besar (15,37 gr per 100 biji). Balitkabi juga menghasilkan VUB dengan keunggulan memiliki kandungan tertentu lebih banyak dibanding varietas lain. Misalnya, Devon-2 yang mengandung isoflavon tinggi (1.097μg atau 37,98 persen). Devon-2 berumur 78 hari tanam dengan potensi hasil 2,9 t/hektare dan rata-rata hasil 2,67 t/hektare, serta agak tahan terhadap hama penghisap polong dan penggerek polong. Kedelai ini sangat cocok untuk bahan baku tempe. Ke depannya, Balitkabi akan menyiapkan teknologi budidaya spesifik lokasi, agroklimat serta kondisi lahan dan menghasilkan varietas kedelai yang tahan terhadap hama dan penyakit.

Humas Balitbangtan

Sumber